Tiga Mahasiswa Hukum Nusa Putra University Sabet Medali Perunggu di MEC 8 Lewat Gagasan Keadilan Ekologis

Inilah Mahasiswa Hukum perwakilan Universitas Nusa Putra yang meraih penghargaan MEC 8, adalah Raihan Fadil Ramadhan, Nada Alzahra dan Yazril Ilham.[Foto: Istimewa/nup]

LINGKARPENA.ID | Kiprah mahasiswa kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Tim dari Program Studi Hukum Nusa Putra University sukses meraih Bronze Medal dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 yang digelar pada 16–18 Mei 2026 di Lombok.

 

Kompetisi ini menjadi panggung bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menyajikan ide-ide inovatif dalam menjawab persoalan bangsa, khususnya melalui karya ilmiah berbasis riset dan analisis strategis.

 

Tim Nusa Putra yang terdiri dari Raihan Fadhil Ramadhan, Nada Aljahra, dan Yazril Ilham tampil meyakinkan lewat esai berjudul “Restorasi Paradigma Hukum: Dari Ekonomi Ekstraktif Menuju Keadilan Ekologis di Kalimantan sebagai Upaya Perlindungan Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Menggunakan Kerangka Hukum Progresif.”

Baca juga:  Bunut Cihuy FM Raih Penghargaan dari KPID Jawa Barat 2024

 

Dalam karyanya, mereka mengupas dampak serius dari praktik ekonomi ekstraktif terhadap lingkungan, khususnya di Kalimantan. Tingginya angka deforestasi menjadi sorotan utama, di mana sebagian besar kerusakan hutan justru terjadi di wilayah konsesi resmi.

 

Tim ini menawarkan pendekatan hukum progresif berbasis ekosentrisme—sebuah cara pandang yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki hak untuk dilindungi, bukan sekadar objek eksploitasi. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) serta penguatan hukum adat dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

Baca juga:  Layananan Digitalisasi RSUD R Syamsudin SH Dianugerahi Penghargaan Oleh BPJS Kesehatan

 

Raihan menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.

 

“Penghargaan ini adalah hasil dari proses panjang yang penuh diskusi dan riset. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa hukum bisa berkontribusi nyata terhadap isu lingkungan dan keadilan sosial,” ujarnya.

 

Nada menambahkan bahwa ide yang mereka angkat berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan konflik yang kerap melibatkan masyarakat adat.

 

“Kami berharap hukum di Indonesia bisa lebih berpihak pada keberlanjutan dan hak masyarakat adat,” katanya.

 

Dosen pembimbing, Muhammad Ridho Sinaga, turut mengapresiasi capaian tersebut.

 

Baca juga:  Alexa Pelangi asal Kota Sukabumi, Raih Medali Perak Kejuaraan Open Taekwondo Malaysia 2023

“Prestasi ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis dan menghadirkan solusi berbasis ilmiah yang relevan dengan kondisi nasional,” ungkapnya.

 

Dukungan juga datang dari pihak kampus. Perwakilan Biro Kemahasiswaan, Gia Yosep Gunawan, menilai keberhasilan ini sebagai bukti komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi.

 

“Ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani tampil dan menghasilkan karya yang berdampak,” tuturnya.

 

Prestasi ini semakin menegaskan peran Nusa Putra University dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, sosial, dan masa depan bangsa.

Pos terkait