LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis pagi (18/12/2025), mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Cisarua/Lebak Randu, RT 04/03, Desa Gunung Tanjung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Material longsoran menggerus bangunan rumah milik seorang warga bernama Uhen hingga mengalami kerusakan berat dan roboh. Selain itu, longsor juga mengancam rumah warga lainnya atas nama A. Sudrajat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Penyusun laporan sekaligus Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansah, menjelaskan bahwa kejadian dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang terus berlangsung sejak malam hari.
“Hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya terjadi longsor yang menggerus rumah Pak Uhen dan mengancam rumah Pak A. Sudrajat,” ujar Andri Firmansah saat dikonfirmasi lingkarpena. id, Kamis ( 18/12/2025 ).
Akibat bencana tersebut, dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan. Rinciannya, keluarga Uhen terdiri dari satu kepala keluarga dengan empat jiwa, sementara keluarga A. Sudrajat terdiri dari satu kepala keluarga dengan tiga jiwa. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
“Untuk korban nihil, baik meninggal dunia maupun luka-luka. Namun demi keselamatan, dua KK kami arahkan untuk mengungsi karena kondisi rumah sudah tidak aman,” tambah Andri.
Pasca kejadian, P2BK Kecamatan Cisolok langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimcam, Pemerintah Desa Gunung Tanjung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Satpol PP Kecamatan. Tim gabungan melakukan asesmen ke lokasi guna memastikan dampak kerusakan serta kebutuhan darurat warga terdampak.
Di lapangan, aparat desa bersama warga setempat juga melakukan gotong royong membersihkan reruntuhan bangunan rumah yang roboh serta material longsoran yang menutup area sekitar permukiman.
“Saat ini warga bersama aparat masih melakukan pembersihan secara manual. Kami juga terus mengimbau masyarakat sekitar agar tetap waspada, mengingat cuaca masih hujan dan potensi longsor susulan masih ada,” kata Andri.
Hingga laporan ini disusun, taksiran kerugian material masih dalam proses penghitungan. Sementara itu, kebutuhan bantuan darurat yang mendesak dibutuhkan warga terdampak meliputi kebutuhan dasar hidup, terpal, serta bronjong untuk penanganan darurat dan penguatan tebing di sekitar lokasi longsor.
Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) terus memantau perkembangan di lapangan dan membuka layanan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Data yang kami sampaikan ini merupakan data awal atau sementara. Jika ada perkembangan terbaru di lapangan, akan segera kami laporkan kembali,” pungkas Andri Firmansah.
BPBD Kabupaten Sukabumi kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan segera melapor apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi darurat lainnya.






