Hujan Lebat Picu Longsor dan Banjir di Sembilan Kecamatan Sukabumi, Puluhan Rumah Terancam

LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Senin (15/12/2025) mengakibatkan serangkaian bencana alam berupa longsor, banjir bandang, pergeseran tanah, hingga kerusakan infrastruktur di sedikitnya sembilan kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat puluhan titik terdampak dengan ratusan warga berada dalam kondisi terancam.

 

Berdasarkan Laporan Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) BPBD Kabupaten Sukabumi yang dirilis pukul 20.45 WIB, bencana paling banyak terjadi di Kecamatan Warungkiara. Di wilayah ini, longsor menutup akses jalan kabupaten di Kampung Lio Cilandak, Desa Sirnajaya, sepanjang sekitar 25 meter dengan tinggi material mencapai dua meter. Longsor juga menutup jalan kabupaten di Kampung Cigadog, Desa Bantarkalong, tepat di samping Jembatan Cimandiri Leuwi Lalay.

 

Selain itu, Jembatan Cikolomeran yang menghubungkan Desa Hegarmanah dan Bantarkalong dilaporkan ambruk, sementara jalan desa di Kampung Bojonghaur mengalami amblas sedalam satu meter. Banjir bandang juga melanda Desa Mekarjaya dan menghancurkan fasilitas pertanian milik warga dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar dua hektare.

Baca juga:  Kadis PU Kabupaten Sukabumi Tinjau Lokasi Longsor Irigasi Cimarinjung Ciemas

 

Di Kecamatan Caringin, longsor terjadi di beberapa titik di Desa Seuseupan dan Desa Talaga. Material longsor menyebabkan terganggunya akses jalan lingkungan menuju kebun dan pemakaman warga, mengancam ruas jalan penghubung antar desa, serta menjebol saluran irigasi Cibalung yang berdampak pada kolam dan sawah warga.

 

Bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Cibadak. Longsor di Kampung Cibatu Hilir, Desa Sekarwangi, menggerus rumpun bambu dan mengancam lima unit rumah dengan total delapan kepala keluarga atau 20 jiwa. Sementara itu, di Desa Warnajati, longsor menggerus jalan lingkungan dan mengancam dua unit rumah warga.

 

Di Kecamatan Ciemas, ruas jalan Desa Mekarasih–Pamuyangan dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan akibat longsor, serta mengancam satu unit rumah warga. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.

Baca juga:  Hujan Deras Picu Banjir di Sejumlah Kecamatan Kabupaten Sukabumi, Puluhan Rumah Terendam

 

Kecamatan Cikembar menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup serius. Pergeseran tanah di Kampung Cicatih, Desa Cimanggu, mengancam dua rumah warga sehingga harus direlokasi sementara ke tempat yang lebih aman. Longsor juga terjadi di Kampung Genteng dan Kampung Muara Cisampih, Desa Sukamaju, dengan material longsoran menutup jalur irigasi serta mengenai bagian dapur rumah warga.

 

Di Kecamatan Jampangtengah, longsor tebing terjadi di Kampung Pasirmalang, Desa Jampangtengah, yang merusak badan jalan desa dengan panjang longsoran mencapai 15 meter. Sementara di Kecamatan Bantargadung, longsor terjadi di sejumlah titik, termasuk bahu jalan kabupaten dan ruas jalan nasional di Kampung Cijambe yang saat ini tengah ditangani oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum.

 

Banjir juga melanda Kecamatan Simpenan, khususnya di Desa Cidadap dan Desa Cibuntu. Di Kampung Sawah Tengah, satu rumah warga dilaporkan hanyut, satu rumah rusak ringan, dan satu bangunan majelis ambruk. Sebanyak 15 rumah dengan 22 kepala keluarga berada dalam status terancam, dengan sebagian warga terpaksa mengungsi. Selain itu, puluhan rumah lain di Kampung Cikadaka, Babakan Cisarua, dan Legok Loa juga berada di zona merah banjir dan longsor.

Baca juga:  Jampangtengah Sukabumi Dikepung Bencana: Rumah Ambruk dan Jalan Terputus, Ini Titik Lokasinya

 

Sementara itu, di Kecamatan Gegerbitung, tembok penahan tanah (TPT) jembatan kabupaten di ruas Ciengang–Cibogo mengalami longsor akibat tergerus aliran sungai.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa cuaca saat laporan disusun berada dalam kondisi berawan dengan suhu udara 23 derajat Celsius, kelembapan mencapai 96 persen, dan angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 2,4 kilometer per jam. Meski belum ada peringatan dini khusus yang dirilis, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir.

 

Sebagai langkah penanganan, Pusdalops–PB BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan wilayah melalui pengerahan petugas di lapangan.

Pos terkait