Jelang Lebaran, Harga Bapokting di Kabupaten Sukabumi Relatif Terkendali, Cabai Masih Fluktuatif

Pasar Tradisional.[gambar ilustrasi ai/net]

LINGKARPENA.ID | Tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri, harga bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi terpantau relatif terkendali. Ketersediaan pasokan yang cukup membuat lonjakan harga tidak terlalu signifikan, meski beberapa komoditas masih mengalami fluktuasi, terutama cabai.

 

Berdasarkan data pemantauan di sejumlah pasar seperti Cisaat, Cibadak, Cicurug, Palabuhanratu, hingga Surade, harga beras medium tercatat stabil di kisaran Rp13.075 per kilogram atau turun tipis 0,29 persen. Sementara beras premium mengalami kenaikan ringan sebesar 0,71 persen.

 

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi justru mengalami penurunan sebesar 2,63 persen menjadi rata-rata Rp132.143 per kilogram. Daging ayam ras juga relatif stabil dengan penurunan tipis 0,62 persen. Sementara itu, telur ayam ras mengalami kenaikan 1,65 persen menjadi Rp30.875 per kilogram.

Baca juga:  Update Harga di Delapan Pasar Tradisional, Bumbu Dapur Naik

 

Di sisi lain, komoditas hortikultura masih menunjukkan gejolak harga. Cabai merah besar mengalami kenaikan cukup tinggi hingga 18,64 persen, disusul cabai merah keriting naik 10,26 persen. Cabai rawit merah juga meningkat 14,29 persen. Namun, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan sebesar 10,17 persen.

 

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah sebesar 4,22 persen, sementara bawang putih turun tipis 2,26 persen. Beberapa komoditas ikan seperti ikan mas dan kembung turut mengalami kenaikan, masing-masing 13,06 persen dan 14,81 persen.

 

Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok dan Barang Penting Disdagin Kabupaten Sukabumi, H. Usep Setiawan, menyampaikan bahwa secara umum kondisi harga menjelang Lebaran masih terkendali.

Baca juga:  Harga Sejumlah Bahan Pokok di Kabupaten Sukabumi Fluktuatif pada Minggu Ke IV Januari 2026

 

“Alhamdulillah, di bulan Ramadan tahun ini gejolak fluktuasi ketersediaan bahan pangan bisa terantisipasi, sehingga kenaikan harga pun masih dapat dikendalikan, terutama pada komoditas telur, daging ayam broiler, dan daging sapi,” ujarnya kepada lingkaroena. Id, Rabu ( 18/3/2026 )

 

Ia menjelaskan, meskipun terdapat kenaikan harga di beberapa komoditas, hal tersebut merupakan fenomena yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.

 

“Memang ada gejolak harga, namun karena pasokan tersedia, dampaknya tidak berlangsung lama. Kenaikan yang tidak merata di pasar biasanya dimanfaatkan spekulan, dan itu yang berdampak pada konsumen,” jelasnya.

Baca juga:  Grand Opening Wisata Tour and Travel Jana Madinah Santuni Ratusan Yatim dan Jompo di Palabuhanratu

 

Menurutnya, kenaikan harga menjelang Idulfitri lebih dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan atau euforia masyarakat, bukan karena kelangkaan barang.

 

“Kami berharap kenaikan ini hanya sesaat karena euforia hari raya, bukan karena keterbatasan stok. Untuk komoditas bersubsidi seperti minyak goreng dan beras, kondisi masih terjaga,” tambahnya.

 

Sementara itu, fluktuasi harga cabai disebutnya lebih dipengaruhi oleh faktor musim panen. Meski demikian, distribusi pasokan dinilai berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

 

“Untuk sayuran seperti cabai memang sangat tergantung masa panen. Namun distribusi ke pasar tetap berjalan baik, sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan dengan nyaman,” pungkasnya.

Pos terkait