LINGKARPENA.ID | Upaya memulihkan akses masyarakat terdampak bencana di Kampung Leuwi Dinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, memasuki babak baru. TNI Angkatan Laut melalui Koarmada RI bersama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Pemerintah Kabupaten Sukabumi, CT Arsa Foundation serta sejumlah stakeholder melaksanakan ground breaking pembangunan kembali Jembatan Leuwi Dinding, Minggu (6/9/2026).
Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah konkret untuk mengembalikan akses penghubung masyarakat yang terputus akibat bencana hidrometeorologi basah pada 2025 lalu.
Selama jembatan belum dapat digunakan, masyarakat harus menyeberangi Sungai Leuwi Dinding yang memiliki lebar sekitar 40 meter menggunakan perahu karet. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga menjadi lebih sulit sekaligus menghadirkan risiko keselamatan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari membutuhkan akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan maupun pusat perekonomian.
Sebagai solusi sementara, TNI Angkatan Laut sebelumnya telah menyerahkan satu unit perahu karet beserta perlengkapan pendukung kepada masyarakat. Bantuan itu diberikan untuk membantu aktivitas warga sembari menunggu pembangunan akses permanen.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H., mengatakan pembangunan kembali Jembatan Leuwi Dinding merupakan bentuk nyata kepedulian sekaligus sinergi berbagai pihak dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Pembangunan Jembatan Leuwi Dinding ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan sinergi. Kami ingin memastikan masyarakat kembali memiliki akses yang aman sehingga aktivitas sosial maupun perekonomian dapat berjalan dengan baik,” ujar Laksamana Madya Edwin,
Menurutnya, persoalan masyarakat pascabencana tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, yayasan sosial dan berbagai stakeholder agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
“Semangat yang kita bangun adalah gotong royong. Ketika seluruh pihak bergerak bersama, maka kesulitan masyarakat dapat kita atasi dengan lebih cepat dan manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pembangunan kembali jembatan tersebut serta pelaksanaan bakti sosial dan bakti kesehatan bagi masyarakat.
Menurut Bupati, peletakan batu pertama pembangunan jembatan dan berbagai bantuan yang diberikan menjadi sesuatu yang sangat bermakna bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, serta masyarakat Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh.
“Pelaksanaan kegiatan peletakan batu pertama dan bantuan sosial yang dilaksanakan pada hari ini merupakan kado yang sangat bermakna bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya masyarakat Desa Tanjungsari Kecamatan Jampang Tengah dan Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh,” ujar Asep Japar.
Ia menilai momentum tersebut semakin istimewa karena berlangsung pada September, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156.
“Pada bulan September ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-156. Tentunya kegiatan ini menjadi kado yang sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lanjut kata Bupati, “Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut, PT CMNP, CT Arsa Foundation dan seluruh stakeholder yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Sukabumi. Mudah-mudahan pembangunan jembatan ini berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selain ground breaking, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan. Sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan kepada masyarakat. Rinciannya, 500 paket merupakan bantuan dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, 300 paket dari CT Arsa Foundation, 100 paket dari PLN Jakarta, 50 paket dari Semen SCG dan 50 paket lainnya berasal dari sejumlah instansi.
TNI Angkatan Laut juga menyediakan 1.000 porsi makanan bergizi bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan.
CT Arsa Foundation turut menyerahkan 250 Al-Qur’an untuk masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dari CT Arsa Foundation serta pelayanan kesehatan umum yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Koarmada RI bersama Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Pembangunan kembali Jembatan Leuwi Dinding diharapkan menjadi momentum pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain mengembalikan konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan permanen juga diharapkan membuka kembali akses masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat ekonomi dan berbagai kebutuhan sosial lainnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan jajaran TNI Angkatan Laut dalam menyambut HUT ke-81 TNI Angkatan Laut, sekaligus turut menyemarakkan Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi.
Sinergi TNI AL, PT CMNP, Pemkab Sukabumi, CT Arsa Foundation dan berbagai stakeholder menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama.
Jembatan yang dibangun kembali bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi simbol hadirnya kembali akses, keselamatan dan harapan bagi masyarakat Leuwi Dinding untuk bangkit serta meningkatkan kehidupan sosial dan perekonomian mereka.
Acara tersebut dihadiri Kepala Staf Koarmada RI, pengusaha Yusuf Hamka, para Pejabat Utama Mabes TNI AL dan Koarmada RI, Ketua MUI Provinsi Jawa Barat, Bupati Sukabumi dan Jajaran, Ketua DPRD, Dandim 0622/Kab.Sukabumi, Kapolres Sukabumi, Kajari Kabupaten Sukabumi, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sukabumi, Direksi PT Citra Marga Nusapala Persada dan General Manager CT Arsal Foundation, serta undangan lainnya.






