Keberadaan Pengamen Jalanan Dikeluhkan Warga Palabuhanratu

FOTO: Penampakan pengamen jalanan disebuah toko di kawasan Palabuhanratu Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sejumlah warga Palabuhanraturatu, Kabupaten Sukabumi, keluhkan maraknya
para pengamen jalanan yang mendatangi kawasan pertokoan dan warung makan. Meskipun tidak meminta secara paksa, namun keberadaannya cukup mengusik suasana.

Aisah (34) seorang warga Palabuhaneatu, mengaku merasa risih dengan kondisi itu. Menurutnya, meskipun para pengamen itu tidak berbuat hal merugikan secara finansial, namun kata dia kondisi itu cukup mengganggu estetika dan suasana.

“Saya ngerti dan memang para pengamen itu tidak meminta secara memaksa, namun kalau frekwensi kedatangan mereka sering, kita repot juga,” ujarnya.

Baca juga:  Konfercab XIV PC PMII Kota Sukabumi Tegaskan Konsolidasi Organisasi, Sahabat Sahal Mahfudz Hadiyawan Ajak Kader Rapatkan Kembali Barisan

Pa tauan dilokasi, para pengamen ini kerap mendatangi tempat makan, seperti warung pinggir jalan hingga restoran kecil. Mereka bernyanyi di depan pengunjung sambil berharap diberi uang. Kondisi ini dinilai mengganggu oleh beberapa warga, terutama mereka yang ingin menikmati waktu santai.

“Kalau sesekali sih nggak masalah, tapi ini hampir tiap kali kita makan di luar selalu ada yang datang. Rasanya jadi risih,” tambah Aisah.

Baca juga:  Chendra Eka Purnama, KPH Perhutani: Jadi Narasumber di UKW PWI Kabupaten Sukabumi

Meski begitu, ada juga sebagian masyarakat yang memahami keberadaan pengamen ini sebagai bentuk mencari rezeki. Namun, mereka berharap ada cara yang lebih tertib sehingga tidak mengurangi kenyamanan orang lain.

Pihak terkait, seperti pemerintah daerah atau dinas sosial, diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap fenomena ini. Pendekatan yang solutif, seperti menyediakan tempat khusus untuk mereka tampil, bisa menjadi salah satu solusi agar pengamen tetap bisa mencari nafkah tanpa mengganggu ketertiban umum.

Baca juga:  117 Kontingen Peran SAKA Kabupaten Sukabumi Dilepas Ketua Kwarcab Pramuka

Salah seorang warga yang menolak ditulis jatidirinya, berharap pemerintah bisa lebih Arif dalam menyikapi fenomena tersebut, namun harus mau juga menerima keluhan warga soal maraknya pengamen jalanan di Palabuhanratu.

“Serba salah sih… Disisi lain para pengamen pun punya hak untuk hadir di lokasi tersebut dan kegiatan mereka pun sebagai bentuk usaha,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut pemerintah wajib hadir dan mau menangani serta memberikan jalan terbaik yang solutilp.

Pos terkait