Kemarau di Sukabumi, Tiga Kebakaran Lahan Terjadi dalam Sehari

LINGKARPENA.ID | Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Sukabumi. Dalam satu hari, Senin (20/7/2026), sedikitnya tiga kebakaran lahan dan alang-alang terjadi di lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Palabuhanratu, Surade, dan Ciambar. Seluruh kejadian berhasil ditangani oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi sebelum api menjalar lebih luas.

 

Rangkaian peristiwa tersebut menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran lahan di tengah kondisi vegetasi yang mulai mengering. Dari tiga kejadian, dua di antaranya dipicu pembakaran sampah yang tidak terkendali, sementara satu kejadian diduga akibat ulah orang yang sengaja membakar lahan.

Baca juga:  Tronton Tabrak Tiga Mobil Terparkir di Jalan A Yani Kota Sukabumi

 

Kebakaran pertama terjadi di Kampung Cikeong, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu. Laporan diterima petugas pada pukul 11.15 WIB, dan tim Posko Palabuhanratu langsung bergerak hingga tiba di lokasi sembilan menit kemudian. Api diketahui berasal dari pembakaran sampah yang merembet ke alang-alang kering.

 

Beberapa jam berselang, kebakaran kembali terjadi di Kampung Cibarehong, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade. Berkat respons cepat Posko Surade, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area sekitar. Penyebabnya kembali diduga berasal dari pembakaran sampah yang merembet ke hamparan alang-alang.

 

Menjelang malam, kebakaran kembali dilaporkan di Kampung Babakan, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar. Dalam peristiwa ini, sekitar satu hektare lahan alang-alang terbakar dari total kawasan sekitar 600 hektare. Dugaan sementara, api sengaja dinyalakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi Imbau Masyarakat Waspada Karhutla di Musim Kemarau

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Budianto, M. Si., mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama musim kemarau, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api di area terbuka.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi alang-alang yang kering membuat api sangat mudah menyebar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar. Pencegahan adalah langkah terbaik agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Baca juga:  Lahan Alang-alang Terbakar di Simpenan, Damkar Palabuhanratu Bergerak Cepat

 

Damkar juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun. Penanganan sejak dini dinilai menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

 

Tiga kejadian dalam satu hari ini menjadi pengingat bahwa memasuki musim kemarau, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara warga dan petugas diharapkan mampu menekan angka kebakaran lahan di Kabupaten Sukabumi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Pos terkait