LINGKARPENA.ID | Melalui Direktur rumah sakit umum daerah R. Sayamsudin SH, Yanyan Rusyandi menyampaikan, kenaikan tarif di rs bunut tidak berdampak luas terhadap para pasien. Meski begitu pihak rumah sakit tetap menjaga standar pelayanan yang maksimal untuk kepuasan pasien.
Kendari demikian pihak manajamen rumah sakit, terus melakukan sosialisasi dan membuka pengaduan bagi masyarakat melalui media resmi rumah sakit. Hal tersebut dilakukan untuk menampung aspirasi atas potensi dan keluhan terkait kebijakan pihak rumah sakit.
Terkait potensi keluhan masyarakat, Yanyan memastikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi luas melalui media sosial resmi rumah sakit, seperti Instagram dan YouTube, serta dengan mengirimkan pesan langsung (JAPRI) kepada pasien melalui WhatsApp Center.
“Dari bulan April sampai sekarang belum ada laporan resmi mengenai keluhan kenaikan tarif. Pasien tidak perlu khawatir, karena bagi peserta BPJS tetap gratis sesuai ketentuan,” jelas Yanyan Rusyandi.
Ia juga menyebutkan bahwa RSUD R. Syamsudin memiliki mekanisme bantuan sosial internal bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, namun belum memiliki akses BPJS.
“Kami bisa bantu lewat zakat karyawan, bahkan saya pribadi pernah membantu membayarkan pemeriksaan pasien yang tidak punya BPJS. Jadi tidak ada masyarakat yang tidak bisa berobat karena adanya perubahan tarif,” singkatnya.






