LINGKARPENA.ID | Warga Perumahan Cemerlang Indah Residence, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran sungai, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban diketahui bernama E (59), seorang buruh harian lepas warga setempat. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi, Deni Artha Pringa, yang saat itu hendak berangkat bekerja. Ia melihat tubuh seorang laki-laki dalam posisi tergeletak dan terungkup di sungai yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya.
Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian memberitahukan temuan itu kepada saksi lainnya, Robby Maulana, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Warudoyong.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Sejumlah personel dari Polsek Warudoyong dan Polres Sukabumi Kota diterjunkan, termasuk unit Reskrim dan tim Inafis, guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit.
“Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit vertigo dan sakit pada bagian kaki. Korban diketahui keluar rumah sekitar pukul 06.30 WIB dengan tujuan mencari rumput di sekitar lokasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang menurun saat berada di sekitar aliran sungai.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban terjatuh ke sungai akibat kondisi kesehatannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi penolakan,” tambah Ipda Ade.
Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi, mendata para saksi, serta melakukan olah TKP sebagai bagian dari prosedur penanganan kasus.
Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian sebelum adanya kepastian lebih lanjut.






