LINGKARPENA.ID | Menjelang hingga pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, denyut aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi meningkat tajam. Bersamaan dengan itu, volume sampah pun ikut melonjak, terutama di kawasan padat aktivitas seperti Palabuhanratu, Jampangkulon, Cibadak, Cisaat, hingga Sukaraja.
Di tengah lonjakan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Pengelolaan Persampahan bergerak cepat. Sejak 20 hingga 22 Maret 2026, armada pengangkut sampah dikerahkan secara intensif untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman, baik saat momen mudik maupun setelah hari raya.
Deru mesin truk sampah menjadi pemandangan yang tak terpisahkan di sejumlah titik. Petugas tampak berjibaku sejak pagi hingga malam hari, mengangkut tumpukan sampah yang meningkat akibat aktivitas warga dan wisatawan. Upaya ini dilakukan demi menjaga kebersihan kawasan sekaligus mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.
Kepala bidang terkait di DLH menyebutkan, momentum Lebaran memang selalu menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah. Namun dengan kesiapsiagaan petugas serta dukungan armada, penanganan dapat dilakukan secara optimal.
Di sisi lain, masyarakat pun merasakan langsung dampak dari kerja cepat tersebut. Lingkungan yang tetap bersih di tengah lonjakan aktivitas menjadi bukti nyata kesigapan petugas di lapangan.
“Saya lihat petugasnya kerja terus, bahkan saat hari libur. Sampah cepat diangkut, jadi lingkungan tetap bersih dan nyaman. Kami sangat mengapresiasi kerja keras DLH,” ujar Rina (34), warga Cisaat.
Hal senada disampaikan Dedi (41), warga Cibadak. Ia menilai penanganan sampah tahun ini lebih sigap dibanding sebelumnya.
“Biasanya sampah menumpuk agak lama, tapi sekarang cepat ditangani. Ini patut diapresiasi,” katanya.
Meski demikian, DLH juga mengajak masyarakat untuk tidak sepenuhnya bergantung pada petugas. Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan lestari.
Ajakan sederhana pun terus digaungkan: menjadi manusia berbudaya bersih, menjaga dan mencintai bumi. Sebab, keberlanjutan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Salam lestari, satu hati jaga bumi. (adv).






