Kisah Pengayom Masyarakat dan Sang Relawan yang Gugur di Penanganan Bencana Sukabumi

FOTO: Inilah sang Pengayom masyarakat dan Relawan yang gugur saat bertugas dalam penanganan bencana alam di Kabupaten Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Memang, pengabdian tanpa pamrih sering kali menyisakan kisah haru. Cerita dua anak manusia yang bertugas mulia di bencana Sukabumi, Bripka Miftahu Rochman, anggota Polsek Lengkong, dan
Dadi Susandi (45), seorang relawan dari Ves Community Region Sukabumi, menjadi bukti nyata dedikasi seorang manusia untuk membantu sesama.

Sayangnya, misi mulia mereka terhenti di tengah jalan. Bripka Rochman tutup usia dalam tugas mulia membantu warga terdampak bencana di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Sementara Dadi berpulang saat tengah mengantarkan bantuan bagi para pengungsi bencana di Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.

Dedikasi tinggi Bripka Miftahu tampak saat ia tetap bertugas di tengah kondisi fisik yang mulai menurun. Sekitar pukul 13.30 WIB, almarhum sempat kehilangan kesadaran dan langsung dilarikan ke Puskesmas Lengkong untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, kondisinya terus memburuk sehingga dirujuk ke RSUD Jampang Kulon pada malam harinya.

Baca juga:  Gengsi? Sudah Bukan Zamannya

Meski telah mendapatkan perawatan intensif, Bripka Miftahu mengembuskan napas terakhir pada Jumat (6/12/2024) sekitar pukul 07.00 WIB. Kabar duka ini langsung disampaikan kepada rekan sejawat dan keluarganya.

Kapolsek Lengkong Polres Sukabumi, Iptu Bayu Sunarti Agustina, S.E, mengaku merasa kehilangan dengan kepergian almarhum. Dimata Iptu Bayu, Bripka Miftahu Rochman adalah sosok yang sangat baik dan rajin serta berdedikasi tinggi.

“Beliau merupakan sosok yang sangat baik dan rajin serta tanggungjawab dalam menjalankan tugas. Selain itu, dia sosok periang dan suka bercanda. Saya sangat bangga dengan kinerjanya selama ini,” kenang Iptu Bayu.

Sementara, Ketua Ves Community Region Sukabumi, Usman Susilo mengatakan, mendiang Usman berangkat dari poskonya di Kota Sukabumi pada Rabu (11/12/2024) sekira pukul 08.00 WIB.

Belum sampai tujuan, saat dalam perjalan menuju Kecamatan Kalibunder, Dadi dinyatakan tutup usia ketika baru sampai di Kecamatan Lengkong. Dalam keberangkatannya itu Dadi ditemani rekan komunitasnya.

Baca juga:  Ketika Pelayan Masyarakat Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Dijelaskan Usman, Dadi Susandi, relawan warga Kampung Nyalindung, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi itu, sebelum berangkat mengeluh bahwa ia mengaku sakit pada bagian dadanya.

Kondisi kesehatan Dadi mendadak memburuk. Takut terjadi sesuatu lantas teman temannya mengevakuasinha ke Puskesmas Lengkong untuk mendapat penanganan medis.

Kepala Puskesmas Lengkong, Dewi, saat dikonfirmasi lingkarpena.id menuturkan, saat datang ke Puskesmas yang bersangkutan mengeluh nyeri dada, tetapi dapat berkomunikasi dengan baik. Hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal, setelah diberikan edukasi, yang bersangkutan meminta untuk beristirahat karena pusing.

“Saat ia datang ke sini ( Puskesmas-red ) mengaku nyeri bagian dada, namun dapat berkomunikasi dengan baik. Hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal. Ia bilang mau istirahat dan tidur sebentar karena pusing, terjadilah serangan jantung, Cardiac Arrest,” terang Dewi

Baca juga:  Viral, Sosok Perempuan Muda Berani Lawan Bang Jago Mendapat Sorotan Warganet Pajampangan

Almarhum diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 12.30 WIB. Jenazahnya kemudian diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Jalan Goalpara RT 03 RW 03 Kampung Nyalindung, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi dan langsung dikebumikan.

Bagi Ves Community, Dadi adalah sosok inspiratif. “Beliau dikenal sebagai orang yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain. Semangatnya untuk membantu tak pernah pudar,” kenang Usman.

Perjalanan hidup Bripka Miftahu Rocman dan Dadi berakhir, tapi kisah pengorbanannya akan terus menjadi teladan. Duka mendalam ini menjadi pengingat tentang pentingnya solidaritas, sekaligus keharusan menjaga kesehatan di tengah tugas mulia. Pengabdian mereka mungkin telah selesai, tapi semangatnya untuk membantu sesama akan terus hidup pada Miftahu Rocman dan Dadi yang lain. Selamat jalan.

Pos terkait