Kisah Trauma Perempuan Akibat Perbuatan Tak Senonoh Oknum Guru, Curhatnya di Media Sosial Jadi Sorotan Warganet

Gambar Ilustrasi korban pelecehan seksual.| Istimewa/net

LINGKARPENA.ID | Belakangan ini warganet dihebohkan oleh unggahan akun Facebook bernama GM yang dengan berani membagikan kisah pilunya. GM mengaku sebagai korban tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh seorang oknum tenaga pendidik.

Curahan hati GM tersebut sontak menarik perhatian publik dan menuai berbagai dukungan. Terlebih terutama GM diakuinya telah memendam trauma itu selama bertahun-tahun.

Dalam unggahannya, GM menuliskan betapa berat pengalaman yang harus ia alami hingga membuatnya kehilangan semangat. Bahkan rela melepaskan beasiswa yang saat itu tengah dijalaninya.

“Sedih dan benci banget kalau liat berita kaya gini. Karena gue adalah salah satu korban yang setrauma itu, sampai harus rela lepasin beasiswa padahal lagi semangat-semangatnya waktu itu. Sampai gak mau ketemu lagi dan liat oknum gurunya,” tulis GM di akun Facebook-nya.

Baca juga:  Kerap Mangsa Ternak, Tim Damkar Evakuasi Ular Sanca di Warungkiara

Ia juga menuturkan bahwa perilaku tidak pantas sang guru sudah berlangsung belasan tahun. Namun tak ada tindak lanjut dari pihak sekolah.

“Pengen banget speak up tentang oknum guru cabul itu. Prakteknya sudah berlangsung belasan tahun. Kirain udah insaf taunya makin menjadi-jadi. Dan gak ada tindak lanjut dari pihak sekolah juga. Emang gila,” tulisnya lagi dengan nada geram.

Dalam unggahan lanjutan, GM menyebut bahwa selama ini banyak korban yang memilih diam karena takut dan merasa tidak akan dipercaya. Ia sendiri mengaku sempat dijauhi teman-temannya saat berusaha menceritakan kejadian yang menimpanya.

“Dulu saya bercerita ke teman juga dianggap bohong dan mengada-ngada. Tapi sekarang setelah banyak korban, mereka baru percaya. Memang kebenaran akan menemukan jalannya,” ungkap lagi.

Baca juga:  Rumah Sopian di Cibadak Sukabumi Terancam Longsor

Tak hanya itu, GM mengaku mendapat telepon dari oknum guru yang disebutnya sebagai pelaku itu dan tak lama setelah ia mengunggah kisahnya. Pelaku disebut meminta maaf dan meminta GM untuk berhenti berbicara.

“Setelah saya posting kemarin, dua jam setelah itu beliau langsung telepon dan chat via WhatsApp. Menelpon minta maaf dan meminta saya untuk diam. Saat saya ditelepon, dada berdebar, keringat dingin dan gemetar. Karena saya setrauma itu,” tulisnya.

Melalui unggahan berikutnya, GM meminta dukungan publik agar kasus ini tidak kembali tenggelam seperti sebelumnya. Ia menyebut telah menerima banyak pesan pribadi dari korban lain yang mengalami hal serupa.

Baca juga:  Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Selatan Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

“Saya mohon doa dan dukungan agar kasus ini membuahkan hasil. Karena saya sudah tahu jalan ceritanya, pasti kasus ini akan dibuat redup. Beberapa kali isu tentang guru cabul ini menguap, tapi akhirnya redup juga,” ungkapnya.

GM menutup unggahannya dengan menyebut bahwa ia dan beberapa korban siap memberikan keterangan apabila kasus ini ditindaklanjuti secara hukum. Ia juga memberikan petunjuk mengenai identitas pelaku dengan menyebut bahwa pelaku merupakan seorang pelatih voly dengan menyebut sebagai Walid pada sekolah tersebut.

Unggahan tersebut kini ramai dibagikan dan mendapat banyak tanggapan dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan moral kepada GM agar tetap kuat dan terus memperjuangkan keadilan bagi dirinya dan para korban lainnya.

Pos terkait