Pergeseran Tanah Kembali Terjadi di Sukabumi, 1 Bangunan Ruko Ambruk

Kondisi bangunan ruko enam lokal di Sagaranten Sukabumi pasca terjadi pergeseran tanah pada Sabtu (27/5/23).| istimewa

LINGKARPENA.ID | Bencana alam pergeseran tanah kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi dan menyebabkan satu bangunan ruko ambruk pada Sabtu 27 Mei 2023 kemarin.

Pergeseran tanah ini terjadi di Kampung Saronge RT 07/03 Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten. Akibat bencana tersebut bangunan ruko sembako sebanyak 6 lokal menjadi ambruk.

Berdasarkan laporan petugas penanggulangan bencana (p2bk) Sagaranten, Zenal Mutakin melalui Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 wib Sabtu kemarin.

Baca juga:  Cara Pemdes Puncakmanggis Sukabumi Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

“Pergerakan tanah yang terjadi dengan ukuran panjang 20 meter dan lebar 6 meter. Pergerakan tanah membuat ambruk ruko milik Bangbang Somantri,” terang Zenal dalam keterangannya.

Dijelaskan Zenal, pemilik ruko menjelaskan, sebelum terjadi bencana terdapat sebuah getaran yang cukup kuat. Saat itu dia bersama sejumlah orang berada dalam bangunan ruko tersebut.

“Bangbang bersama 2 orang lainnya kemudian lari keluar bangunan sebelum terjadi ambruk. Mereka selamat dalam insiden itu,” terangnya.

Baca juga:  Rumah Warga di Nagrak Ambruk Diguyur Hujan, BPBD Lakukan Assessment Cepat

Petugas BPBD setelah mendapat laporan langsung segera melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimdes dan Muspika Sagaranten serta relawan bencana lainnya kemudian mendatangi lokasi.

“Pemilik ruko untuk sementara ini sudah mengungsi ke rumah orang tuanya. Sementara kerugian materi akibat ambruknya bangunan ruko masih dalam hitungan pihak pemerintah desa setempat,” tambahnya.

Dijelaskan Zenal, kondisi bangunan masih belum ada penanganan menunggu intruksi pemilik bangunan dan saat ini masih dibiarkan. Petugas selepas meninjau lokasi turut menghimbau warga lainnya agar waspada setiap saat.

Baca juga:  Waspada! Ruas Jalan Jalur Lingkar Selatan Terendam Banjir

Pos terkait