LINGKARPENA.ID | Wujud kepedulian sosial ditunjukkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat yang terdampak banjir di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok. Bantuan tersebut diserahkan pada Selasa (28/10/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santoso, S.P., turun langsung ke lokasi dan menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Cikahuripan, Heri Suryana. Paket bantuan yang dibagikan berupa bahan kebutuhan pokok serta perlengkapan dasar lainnya bagi warga yang terdampak bencana banjir pada Senin (27/10/2025).
Menurut Yandra, aksi sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemuda Sukabumi terhadap masyarakat. Ia menegaskan, semangat gotong royong dan kepekaan sosial harus menjadi karakter utama generasi muda.
“Pemuda harus hadir di setiap situasi, baik dalam suka maupun duka. Hari ini kami datang bukan sekadar membawa bantuan, tapi membawa semangat kepedulian. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban warga,” ujar Yandra kepada Lingkarpena.id Selasa (28/10).
Yandra juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2025, yakni ‘Pemuda Sukabumi Totalitas untuk Sukabumi Mubarokah’.
Sementara itu, Kepala Desa Cikahuripan, Heri Suryana atau yang akrab disapa Jaro Midun, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada KNPI atas kepedulian terhadap warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada KNPI yang sudah datang langsung membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang berjuang bangkit setelah diterjang banjir,” tuturnya.
Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Cisolok pada Senin (27/10/2025) menyebabkan kerusakan cukup parah di Desa Cikahuripan. Ratusan rumah warga di empat RW terendam air, sementara belasan sepeda motor dilaporkan hanyut terbawa arus.
Peristiwa itu terjadi sejak dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, dengan puncak banjir berlangsung pada sore harinya.
“Air datang tiba-tiba dan sangat deras. Kantor desa kami ikut jebol, semua dokumen dan perabotan terbawa arus,” kata Jaro Midun.
Ia menambahkan, saat ini tim desa bersama RT dan RW masih melakukan pendataan kerusakan. Diperkirakan sekitar 500 rumah warga mengalami kerusakan berat, dan sebagian besar penghuni masih mengungsi.
“Data sementara, lebih dari 500 rumah terdampak. Pendataan masih berjalan karena beberapa lokasi belum bisa dijangkau,” jelasnya.
Kondisi Kantor Desa Cikahuripan pun rusak berat. Dinding bagian belakang ambruk, membuat seluruh dokumen administrasi serta perlengkapan kantor hilang tersapu air.
“Kami belum bisa membersihkan karena kondisi masih berbahaya. Banyak pecahan kaca dan reruntuhan,” imbuhnya.






