KUA Jampangkulon Sukabumi Gelar Bimbingan Perkawinan, Ini Tujuannya

FOTO: Kantor Urusan Agama KUA Jampangkulon saat menggelar Bimbingan Perkawinan, sENIN (29/72024).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sukseskan Gerakan Intervensi Serentak Cegah Stunting, KUA Kecamatan Jampangkulon menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan gerak penghulu sejuta Catin Cegah Stunting.Aacara di laksanakan di ruang Nikah KUA setempat, ini merupakan hasil kolaborasi KUA Jampangkulon dengan Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BPKB), Senin (29/07 2024).

Bimbingan perkawinan ini merupakan upaya untuk menyukseskan gerakan intervensi serentak cegah stunting yang digagas oleh pemerintah pusat.

Penghulu KUA Jampangkulon Hermansyah SH menyampaikan, Bimbingan perkawinan yang di adakan di KUA Jampangkulon dengan mengusung tema: “Gerak Penghulu Sejuta Catin Cegah Stunting”.

Baca juga:  Dandim 0622: Ini Progres dan Jumlah Alat Berat yang Terlibat di Lokasi Pantai Cibutun

“Ini terbukti sebagai sarana edukasi yang efektif untuk menurunkan angka stunting di masa depan. Program ini merupakan salah satu inisiatif dari Kementerian Agama dan telah mendapatkan respon positif dari berbagai pihak,” jelas Hermansyah kepada Lingkar Pena Senin (29/7).

Lanjut Hermansyah, kegiatan ini juga dalam rangka milad APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) yang ke-5 Tahun. Dengan harapan para calon pengantin yang akan melaksanakan perkawinan itu bisa mencegah stunting, dengan materi-materi yang akan di sampaikan dalam bimbingan ini.

Baca juga:  Jelang Tahun Ajaran Baru, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Dikumpulkan Kemenag Kabupaten Sukabumi

Materi yang di sampaikan seperti melalui kegiatan ini, calon pengantin mendapatkan beberapa materi, diantaranya adalah Fondasi Keluarga Sakinah, Mengelola Psikologi dan Dinamika Keluarga, Kesehatan Reproduksi dan Gizi Seimbang, Mempersiapkan Keluarga berkualitas dan hal pencegahan stunting, terangnya

“Harapan kami, melalui bimbingan perkawinan ini, calon pengantin dapat memperoleh bekal yang memadai untuk membentuk keluarga yang unggul dan sehat, serta mencapai tujuan menuju keluarga sejahtera, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memahami penting nya pencegahan stunting ini demi menurunkan angka Stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Baca juga:  Dana BOS MA di Nyalindung Lelet, Kemenag Terkesan Lepas Tanggungjawab

Pos terkait