Longsor di Cicurug Sukabumi 3 Orang Dilarikan ke RS

Petugas saat melakukan evakuasi dan asessment di lokasi bencana longsor di Desa Benda Kecamatan Cicurug.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Hujan deras dan tanah labil yang melanda kawasan Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Miggu 19 Maret 2023 menyebabkan TPT Tembok Penahan Tebing terjadi longsor dan menimpa rumah warga.

Peristiwa bencana alam tersebut terjadi sekitar pukul 19:15 WIB tepatnya di Kampung Bangkong Reang, RT 01/04 Desa Benda, Kecamatan Cicurug. Longsor menimpa rumah  milik Ukat Sukardi (65) dan dikabarkan tiga orang mengalami luka.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, Mabdul Rizki melalui sambungan teleponnya mengatakan, ketiga korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit BMC Cicurug untuk mendapatkan pertolongan medis

Baca juga:  Kerugian Capai Rp150 Juta, Akibat Ini

“Ketiga korban sudah mendapatkan pertolongan medis. Kami bersama petugas relawan dan unsur pemerintah setempat sudah evakuasi korban untuk segera mendapatkan penanganan medis RS BMC Cicurug,” ujar Rizki, kepada Lingkarpena.id Minggu (19/3/23) malam.

Kondisi rumah Ukat Sukardi warga Bangkong Reang Cicurug pasca kena longsoran tebing.| ist

Menurut P2BK Cicurug ketika korban yang mengalami luka diantaranya Istri dari Ukat Sukardi,  Juliah (57) luka ringan, Randi (28) luka ringan (anak) dan Riska bayi (3) tahun mengalami luka berat dan mendapatkan 10 jahitan pada kaki kirinya.

Baca juga:  Diduga Kerap Dijadikan Transaksi Narkoba Aparat Gabungan Bakar Gubug

Dijelaskan Rizki, korban yang mengalami luka akibat longsor tebing yang menimpa rumah milik Ukat Sukardi tersebut. Longsor menimpa pada bagian ruang tamu dan kamar rumah miik Ukat.

“Tebing longsor dengan ukuran lebar 5 meter, panjang 10 meter dan tinggi 8 meter. Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambah Mabdul Rizki.

Baca juga:  Bencana Pohon Tumbang Timpa Mobil di Parungkuda Sukabumi

Keliuarga Ukat saat ini sudah diungsikan ke tempat yanglebih aman. Pihak petugas dari unsur Muspika dan relawan bencana saat ini masih berada di lokasi bencana.

“Dibutuhkan untuk penanganan agar tidak terjadi longsor susulan, seperti pemsangan bronjong dan karung untuk menahan laju tanah. Ya karena kondisi tanah disin cukup labil,” jelasnya.(*)

Pos terkait