LINGKARPENA.ID | Pada zaman dahulu di Desa Cidolog, Kecamatan Cidolong Kabupaten Sukabumi, terdapat cerita yang menggambarkan sosok macan belang bersuara kambing yang memiliki nama Buyut Ronke.
Cerita turun temurun ini, bukan hanya bualan atau karangan namun ini terlihat perwujudannya dimana sosok buyut rongke yang katanya kedepan berkepala macan bagian tengah sampai ekor berwujud kambing dan memiliki suara mirip kambing ( Ngajerehem ). Jum’at (03/12/2024).
Kemunculan buyut ronke rata-rata malam hari disaat warga petani sedang duduk santai di saung palalangon sambil menjaga tanaman pertaniannya.
Perlu diketahui, kebiasaan masyarakat Cidolog masih menganut bertani kebun yang rata-rata masih menggunakan lahan Perhutani yang jarak nya berkilo meter jauh dari pemukiman yang melewati perbukitan dan hutan yang masih alami sesuai dengan keadaan alam sekitar.
Jika tanaman pertanian nya sudah mendekati musim panen, kebiasaan warga menjaga dan menginap hingga berminggu-minggu hingga panen selesai. Tanaman yang biasa ditanam di antaranya kapol, Kacang tanah, jagung dll.
Mengapa demikian, karena banyaknya hama atau hewan perusak diantaranya babi, monyet dan landak. Jika tidak dijaga tanaman pasti sudah di panen duluan sama hewan tersebut.
Kisah buyut ronke ini memicu kepenasaran namun dapat lah keterangan dari dua warga Cipangasih dan membenarkan adanya hewan tersebut.
Dan Menurut Mang Soleh,” bedul peting tadi muncul ka hareupeun saung kuring bari ngajerehem ah dibandiring we da sieun nya sa geus kitu lumpat we manehna teh,” terangnya.
Selain itu, Uwa Amat menuturkan diketahui merupakan Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH), keberadaan buyut ronke memang ada bentuk nya mirip menyerupai macan belang namun agak kecil sedikit.
Memang kalu secara lisan mungkin bisa saja cerita ini ngarang, namun lebih baik nya untuk memastikan lebih jelas harus ada tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) karena menurut saya ini salah satu hewan langka yang perlu dilindungi,” ungkapnya pada lingkarpena.id.






