Penumpang Kian Sepi, Sopir Colt Sukabumi–Bogor Desak Penertiban Travel Gelap

LINGKARPENA.ID | Suasana di jalur utama Sukabumi–Bogor sempat memanas pada Sabtu (15/3/2026). Puluhan sopir angkutan umum berkumpul di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, meluapkan kekesalan mereka terhadap maraknya kendaraan travel yang diduga beroperasi tanpa izin.

 

Sejak pagi, para sopir terlihat berkumpul di sekitar Terminal Cibadak. Wajah-wajah lelah bercampur kesal tampak jelas. Mereka mengaku semakin terhimpit oleh keberadaan travel ilegal yang dinilai mengambil penumpang di jalur yang sama dengan angkutan resmi.

 

Tak lama kemudian, massa sopir bergerak menuju Kampung Sundawenang, tepatnya di depan Rumah Makan Citra Rasa. Di titik itu, mereka melakukan aksi menghentikan sejumlah kendaraan travel yang melintas.

 

Koordinator aksi, Rudi, mengatakan keresahan para sopir sudah berlangsung cukup lama. Namun dalam beberapa hari terakhir, situasinya semakin terasa karena jumlah penumpang angkutan umum menurun drastis.

Baca juga:  Lapas Sukabumi Sosialisasikan Permenkumham No 7 Tahun 2022 Kepada Warga Binaan

 

“Travel gelap sekarang makin banyak di jalur Sukabumi–Bogor. Sementara kami yang resmi justru semakin sulit mendapatkan penumpang,” ujar Rudi saat ditemui di lokasi.

 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian sopir bahkan pulang tanpa membawa penumpang sama sekali.

 

“Beberapa hari ini ada sopir colt yang hampir tidak dapat penumpang. Ini yang membuat teman-teman akhirnya melakukan aksi protes,” katanya.

 

Dalam aksi tersebut, beberapa kendaraan travel yang melintas diminta berhenti. Penumpang kemudian diminta turun dan diarahkan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum yang tersedia.

 

Para sopir pun membantu mengatur perjalanan lanjutan bagi penumpang. Rudi menjelaskan, penumpang dengan tujuan Surade diarahkan menggunakan angkutan colt menuju Terminal Jalur, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kendaraan elf menuju wilayah Pajampangan.

Baca juga:  Puskesmas Cibitung dan Keluarga Pasien Tabayyun

 

“Penumpang tujuan Surade kami arahkan naik colt dulu ke Terminal Jalur, setelah itu dilanjutkan menggunakan elf menuju Pajampangan,” jelasnya.

 

Sementara itu, penumpang yang hendak menuju Palabuhanratu diarahkan untuk menaiki angkutan umum jurusan Warungkiara.

 

“Kami juga arahkan penumpang tujuan Palabuhanratu menggunakan angkutan Warungkiara supaya perjalanan mereka tetap bisa dilanjutkan,” tambahnya.

 

Aksi tersebut menjadi bentuk desakan para sopir kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, agar segera menertibkan kendaraan travel ilegal yang beroperasi di jalur tersebut.

 

“Kami tidak menolak persaingan, tapi harus jelas izinnya. Kalau tidak berizin, tentu harus ditertibkan,” tegas Rudi.

 

Di tengah situasi yang sempat menegangkan itu, aparat kepolisian turut hadir melakukan pengamanan agar aksi tidak berkembang menjadi kericuhan.

Baca juga:  Dua Kandidat Ketua PWI Kota Sukabumi Mundur, Ikbal Zaelani Menang Aklamasi

 

Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibadak, Aipda Emin Mukromin, mengimbau para sopir agar menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang sesuai.

 

“Kami mengingatkan agar aspirasi disampaikan melalui dinas terkait. Jangan sampai melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.

 

Meski sempat terjadi penghentian kendaraan travel, situasi di lokasi tetap terkendali. Tidak ada aksi anarkis selama kegiatan berlangsung.

 

“Alhamdulillah semuanya berjalan kondusif. Penumpang juga turun dengan kesadaran sendiri dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum,” kata Emin.

 

Bagi para sopir angkutan Sukabumi–Bogor, aksi hari itu bukan sekadar menghentikan kendaraan. Lebih dari itu, mereka berharap suara kecil dari jalanan tersebut dapat didengar pemerintah, agar keberlangsungan transportasi resmi tetap terjaga di tengah persaingan yang semakin ketat.

Pos terkait