LINGKARPENA.ID | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 STISIP Syamsul Ulum Kampus 2 Surade yang melaksanakan kegiatan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa dan warga masyarakat setempat.
Selama menjalani pengabdian, para mahasiswa menghadirkan sejumlah program inovatif yang terbukti memberikan manfaat nyata bagi warga msyarakat desa yang menjadi lokus kegiatan mahasiswa.
Ketua Kelompok KKN, Zembar, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh warga yang telah menerima dengan hangat serta mendukung setiap kegiatan yang mereka laksanakan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah desa dan warga yang telah menerima dan mendukung setiap kegiatan KKN,” ungkap Zembar, kepada lingkarpena.id Kamis (11/9/25).
“Tiga di antara program utama yang mendapat respon positif adalah pembakaran minim asap yang bertujuan menjaga lingkungan tetap sehat, pemasangan reflektor jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari, serta pembuatan peta mitigasi bencana. Apresiasi yang diberikan warga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi, meskipun dalam lingkup kecil, demi kemajuan desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaluyu, Muhibin, memberikan apresiasi besar kepada para mahasiswa. Ia menilai bahwa program-program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat praktis, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi desanya.
“Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras adik-adik mahasiswa KKN STISIP Syamsul Ulum. Program seperti pembakaran minim asap dan reflektor jalan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata Muhibin.
“Yang lebih membanggakan lagi, dengan adanya peta mitigasi bencana ini, Desa Sukaluyu menjadi satu-satunya desa di Kalibunder yang memilikinya. Kalau bisa, waktu KKN ini ditambah lagi, agar desa lebih banyak mendapat ilmu dan manfaat dari kehadiran mahasiswa,” sambung Kades Sukaluyu ini.
Ia menambahkan, keberadaan para Mahasiswa KKN di Desa Sukaluyu Kecamatan Kalibunder ini tentunya sangat memberikan kebanggaan tersendiri bagi warga masyarakat desa.
“Kami bangga, karena Sukaluyu menjadi satu-satunya desa di Kalibunder yang memiliki pembakaran minim asap, peta mitigasi bencana, dan reflektor jalan. Semua ini adalah contoh nyata bagaimana kerja sama mahasiswa dengan masyarakat bisa membawa manfaat besar. Harapan saya, inovasi-inovasi ini bisa ditiru oleh desa-desa lain,” imbuhnya.
Apresiasi juga datang dari warga, salah satunya adalah Ketua RT, Bah Koneng. Menurutnya, program-program yang dilaksanakan mahasiswa KKN sangat bermanfaat dan langsung dirasakan dampaknya.
“Alhamdulillah, warga merasa terbantu dengan adanya mahasiswa KKN ini. Program reflektor jalan sangat bermanfaat karena jalan di wilayah kami jadi lebih aman di malam hari. Selain itu, pembakaran minim asap juga sangat membantu masyarakat karena lebih ramah lingkungan dan tidak mengganggu warga sekitar. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, salah seorang warga, Dedy, juga merasakan langsung manfaat dari kehadiran mahasiswa KKN. Ia menilai program-program yang dilaksanakan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami sebagai warga sangat merasakan manfaat dari program KKN ini. Reflektor jalan membantu kami saat pulang malam, dan pembakaran minim asap membuat lingkungan lebih nyaman. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah peduli pada desa kami,” ucap Dedy.
Kegiatan KKN di Desa Sukaluyu ini menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa bukan hanya sekadar menjalankan program formalitas, melainkan benar-benar menjadi mitra masyarakat dalam memecahkan persoalan sehari-hari.
Dengan semangat kolaborasi, mereka berhasil menghadirkan inovasi sederhana namun penuh makna yang diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kecamatan Kalibunder maupun wilayah Sukabumi pada umumnya.**






