Manager PLN UP3 Sukabumi Beberkan Capaian dan Kendala Listrik di Pajampangan

FOTO: Manager PT PLN (Persero) unit pelaksana pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi Yuniar Budi Satrio, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Jumat (3/1/25).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Manager PT PLN (Persero) unit pelaksana pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi Yuniar Budi Satrio, membeberkan capaian kinerja Tahun 2024 dan kendala sering padam listrik di wilayah pajampangan.

Budi menjelaskan, PLN dalam pelayanannya kepada masyarakat sudah pasti akan memberikan pelayanan terbaik. Bahkan dari tahun ke tahun selalu ada perbaikan.

“Di PLN itu ada Indikator System Average Interruption Duration Index (SAIDI). Jadi pemetaan sesuai standar terhadap durasi padam listrik berapa lama, berapa kali padam, frekuensi tegangan,” kata Budi, seusai kegiatan audiensi bersama PWI Kabupaten Sukabumi, Jumat kemarin (3/1/25).

Baca juga:  Sah, Ini Nomor Urut Tiga Paslon Pilkada Kabupaten Sukabumi

“Kemudian, kita dorong agar sesuai dengan indikator SAIDI. Tapi kalau bagi pelanggan, saya yakin sering padamnya aliran listrik, sudah pasti complain. Maka diupayakan bagaimana kita meminimalisir hal tersebut,” sambungnya.

Disinggung terhadap kelanjutan program PLN dalam pengoperasian gardu induk jampang kulon, yang ditargetkan 2024 dapat terlaksana, kata Budi, untuk perkembangan itu,

sempat dibahas dalam pertemuan di kawasan Cihaur, Kecamatan Simpenan.

Baca juga:  Presiden Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Hak Atas Tanah di Kabupaten Bandung

“Jadi memang masih terkendala di dua titik tower, yaitu tower 32 dan 33. Dimana pemiliknya jika tidak salah itu PT Cakra,” kata Budi.

“Ya, sementara ini masih ada kendala. kalau tidak salah sedang berproses konsinyasinya di kejaksaan agung. Mudah-mudahan berjalan lancar, sehingga nanti bisa di eksekusi dan segera dilaksanakan pembangunan,” terangnya.

Lanjut Budi, pasca transisi bencana alam, berdasarkan informasi BPBD kabupaten Sukabumi, terdapat sekitar 4-6 kampung yang akan direlokasi. Kata Budi, dimanapun masyarakat akan tinggal, PLN dipastikan akan siap untuk memberikan pelayanan penerangan listrik kepada masyarakat.

Baca juga:  Dampak Jalan Terputus Kelangkaan BBM Mulai Dirasakan Warga Pajampangan

“Berdasarkan data ada sekitar 234 rumah terdampak bencana yang terdata di unit Palabuhanratu dan Cikembar, kita pastikan dengan status bencana. Nanti bila pasang baru tidak akan dikenakan biaya lagi. Apalagi saat ini, gebyar PLN awal tahun 2025, promo tarif di Januari – Februari lalu discount naik daya 50 persen,” tutupnya.

Pos terkait