Mayat Pria di Rumpun Bambu Pabuaran Sukabumi, Hebohkan Warga

LINGKARPENA.ID | Suasana Kampung Lebakmuncang, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, mendadak hening pada Senin (23/3/2026). Di antara rumpun bambu yang biasa menjadi bagian dari keseharian warga, sebuah kabar duka terkuak: seorang petani lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

 

Korban diketahui bernama Saep (74), seorang petani yang selama ini tinggal seorang diri di rumahnya. Ia ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di kebun bambu miliknya, tidak jauh dari tempat tinggalnya.

 

Peristiwa ini pertama kali terungkap dari kecurigaan tetangganya, Ruslan (46). Sejak Sabtu malam, lampu rumah korban terlihat tidak menyala, hal yang tidak biasa bagi keseharian almarhum.

 

“Awalnya saya hanya ingin bersilaturahmi sekaligus memastikan kondisi beliau. Tapi saat sampai di rumah, beliau tidak ada. Saya lalu mencari ke kebun, dan di sanalah saya menemukan almarhum sudah tertimpa pohon bambu,” ujar Ruslan dengan nada lirih.

Baca juga:  Diduga Sopir Ngantuk, Truk Tabrak Rumah dan Terguling di Jampangkulon Sukabumi

 

Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan dipenuhi belatung. Warga kemudian bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.

 

Petugas dari berbagai unsur, mulai dari Pospol Pabuaran, Puskesmas, pemerintah desa, hingga P2BK Kecamatan Pabuaran segera mendatangi lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

 

Dari hasil asesmen, korban diduga meninggal dunia akibat tertimpa pohon bambu yang sebelumnya ditebangnya sendiri. Diperkirakan, peristiwa tersebut telah terjadi sekitar tiga hari sebelum jasad ditemukan.

Baca juga:  Mengamuk dan Sering Ancam Warga, Pria di Cikembar Diduga Stres

 

P2BK Pabuaran, A. Yogi R, mengungkapkan bahwa kejadian ini murni kecelakaan kerja di lingkungan kebun milik korban.

 

“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan dan keterangan saksi, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat tertimpa pohon bambu yang ditebangnya. Diperkirakan kejadian sudah berlangsung kurang lebih tiga hari sebelum ditemukan,” jelas A. Yogi R kepada lingkarpena. Id, Senin ( 23/3/2026 )

 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat dengan mendatangi lokasi, berkoordinasi lintas sektor, serta membantu proses evakuasi korban.

 

“P2BK bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi, mulai dari asesmen, koordinasi dengan perangkat desa, hingga proses evakuasi korban agar segera ditangani secara layak,” tambahnya.

Baca juga:  Mayat Dalam Sumur Hebohkan Warga Cidahu Sukabumi

 

Diketahui, almarhum hidup seorang diri setelah istrinya meninggal dunia, sementara anaknya berada di luar kota. Pihak keluarga pun menerima peristiwa ini sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi.

 

Jenazah almarhum kemudian langsung dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

 

Di balik peristiwa ini, warga diingatkan kembali akan risiko pekerjaan di lingkungan alam terbuka, terutama bagi mereka yang bekerja seorang diri tanpa pendamping.

 

Kebun bambu yang selama ini menjadi sumber penghidupan, hari itu menjadi saksi bisu akhir perjalanan hidup seorang petani sederhana di pelosok Sukabumi.

Pos terkait