Mesin Pompa Irpom Poktan Cibuntu Hilang, Program Irigasi Bantuan APBN Tak Lagi Beroperasi

Program Irpom Tahun Anggaran 2024 milik Poktan Cibuntu hanya menyisakan rumah pompa.[foto:Jajang/lp]

LINGKARPENA.ID | Fasilitas Irigasi Perpompaan (Irpom) yang dibangun melalui bantuan APBN Tahun Anggaran 2024 untuk Kelompok Tani (Poktan) Cibuntu di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kini tidak dapat dimanfaatkan.

 

Kondisi tersebut terjadi setelah mesin pompa yang menjadi komponen utama fasilitas irigasi dilaporkan hilang. Padahal, program dengan nilai anggaran sekitar Rp112 juta itu dibangun untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.

 

Berdasarkan penelusuran lingkarpena. id di lokasi pada Jumat (14/8/2026), bangunan Irpom berukuran sekitar 3 x 3 meter masih berdiri di sekitar Sungai Leuwi Gobang, Kampung Babakanpanjang, Desa Buniwangi. Sungai tersebut merupakan sumber air yang dirancang untuk mendukung sistem perpompaan.

Baca juga:  Dorong Kemandirian Pangan, Polres Sukabumi Tanam Jagung di Desa Sukasirna

 

Saat lokasi didatangi, pintu bangunan dalam kondisi tidak terkunci. Sejumlah perlengkapan berupa selang spiral berdiameter sekitar 4 inci dan selang HDPE 4 inci masih terlihat berada di dalam bangunan.

 

Namun, mesin pompa yang seharusnya menjadi penggerak utama sistem pompanisasi itu tidak ditemukan.

 

Ketua Poktan Cibuntu, Rosid, membenarkan bahwa mesin tersebut telah hilang. Ia menyebut fasilitas Irpom sebenarnya pernah beroperasi sebelum mesin pompa raib.

 

“Itu mesin pompanya hilang pada tahun 2025. Jadi sempat berfungsi,” ujar Rosid.

 

Menurut Rosid, kehilangan tersebut telah dilaporkan kepada sejumlah pihak, termasuk jajaran penyuluh pertanian dan kepolisian.

Baca juga:  Kadis Perkim Dampingi Wakil Bupati dan Forkopimda Tanam Perdana, Perkuat Komitmen Ketahanan Pangan di Sukabumi

 

“Kami sudah melaporkan ke penyuluh dan Kepala BPP, serta Polsek Surade,” katanya.

 

Keterangan serupa disampaikan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Surade, Rimawan. Ia membenarkan bahwa mesin pompa Irpom Poktan Cibuntu telah dilaporkan hilang.

 

“Ya, mesinnya hilang. Kemarin sudah laporan ke Polsek bersama penyuluhnya. Cuma surat keterangan hilangnya belum diberikan,” kata Rimawan.

 

Hilangnya mesin tersebut membuat fasilitas yang semestinya menjadi penunjang pengairan lahan pertanian tidak lagi bisa digunakan. Kondisi ini menjadi sorotan karena bangunan dan sarana pendukung Irpom merupakan bagian dari program pemerintah yang ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada kelompok tani.

Baca juga:  Mitra Cai Bone Mandiri Gunungguruh dapat Program P3TGAI, Sayyid Agil; Manfaatnya Bisa Dirasakan Masyarakat Petani

 

Petani kini membutuhkan kejelasan mengenai tindak lanjut program tersebut, termasuk upaya untuk mengembalikan fungsi fasilitas Irpom agar kembali bisa digunakan sebagaimana tujuan awal pembangunannya.

 

Selain aspek pengamanan aset, tindak lanjut terhadap mesin yang hilang juga dinilai penting agar investasi pemerintah melalui bantuan APBN tersebut tidak berakhir sebagai bangunan yang tidak berfungsi.

 

Hingga berita ini ditayangkan, lingkarpena.id masih berupaya memperoleh keterangan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terkait langkah pemerintah atas hilangnya mesin pompa tersebut, termasuk kemungkinan penggantian sarana agar Irpom Poktan Cibuntu dapat kembali dimanfaatkan petani.

Pos terkait