Misteri Goa Kolotok Surade Sukabumi, Kisah Nini Eupeuk dan Ilmu Santet

Goa Kolotok Surade | sumber facebook@wisata Pajampangan

LINGKARPENA.ID | Ngeri memang jika mendengar kisah masa lalu tentang Goa Kolotok. Lokasinya berada di Kampung Naringgul Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pernah menjadi tempat pembuangan diduga dukun santet.

Peristiwa itu terjadi beberapa puluh tahun lalu , sekitar tahun 80 an saat ada pembersihan para dukun santet di wilayah Pajampangan.

Menurut cerita masyarakat di Wilayah Sukabumi Selatan, daerah Pajampangan, tepatnya di Kecamatan Surade, mayat dukun santet itu dimasukan kedalam karung kemudian dibuang ke Goa Kolotok.

Biasanya para eksekutor yang membuang mayat dukun santet dilakukan pada malam hari, mayat dibuang kedalam Goa Kolotok yang menyerupai sumur.

Baca juga:  Angkutan Elf Surade - Sukabumi Sempat Mogok Operasi, Ini Ragam Penyebabnya

Goa dengan lebar 1 meter panjang 3 meter , berkedalaman puluhan meter. Dinamai ‘Kolotok’ karena bentuknya yang menyerupai kalung untuk sapi atau kerbau terbuat dari kayu berbentuk oval.

Tidak ada data yang valid berapa jumlah dukun santet yang dibuang ke Goa Kolotok. Namun setidaknya ada satu nama yang melegenda dikalangan masyarakat Surade, yang diduga memiliki ilmu santet di buang ke Goa tersebut. Dan itu menjadi bukti bahwa benar Goa Kolotok tempat pembuangan diduga dukun santet, dialah Nini Eupeuk.

Baca juga:  Pantai Minajaya Siap Sambut Wisatawan untuk Libur Lebaran 1445 H

Nini Eupeuk atau bernama asli Marhamah adalah warga Kampung Cibuntu, Desa Buniwangi Kecamatan Surade, yang konon terkenal sebagai pemilik ilmu santet tingkat tinggi.

Menurut cerita Sarhidin ( 53 ), warga Kampung Cibuntu yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Nini Eupeuk menuturkan,
Ia menyaksikan sendiri ketika Nini Eupeuk dijemput eksekutor dari rumahnya. Kejadian itu dipagi buta, bahkan saat ” dijemput ” Nini Eupeuk masih mengenakan mukena.

Sebelum menjemput Nini Eupeuk , saat itu nyaris terjadi salah tangkap. Para eksekutor tanpa komunikasi dengan RT setempat, langsung menuju rumah seseorang yang dianggapnya rumah Nini Eupeuk, kemudian ” menjemput ” si pemilik rumah yang memang berperawakan sama dengan target.

Baca juga:  Ini Cara Asep Jafar Memaknai Hari Ibu Tahun 2022

Lain halnya cerita Ismail ( 57 ) warga Kampung Cibuntu 2, menurutnya, Nini Eupeuk atau dilingkungan biasa dipanggil Marhamah ini, bukanlah orang sembarangan.

“Percaya atau tidak yang jelas setiap kali akan ditangkap, Nini Eupeuk selalu bisa lolos, bahkan rumahnya seketika berubah seolah olah nampak seperti lahan bersemak. Kejadian itu bukan sekali saja, ” singkat Ismail.

Pos terkait