Lingkarpena.id, Sukabumi – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi Ke-XV yang dilaksanakan Rabu (21/04/2021) ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Jalannya Musda yang diwarnai dengan kekisruhan, namun akhirnya bisa ditenangkan oleh panitia dibantu pihak keamanan dari Polres Kota Sukabumi yang dari pagi mengawal jalannya Musda dengan siagakan pasukan di area Gedung Islamic Centre Kota Sukabumi.
Pleno demi pleno diwarnai hujan interupsi dan perdebatan yang sangat alot hingga pukul 20.00 WIB Musda belum juga ada penetapan calon Ketua KNPI. Permasalahan yang terjadi di pleno adalah tentang persyaratan calon ketua, yaitu surat rekomendasi dukungan dari salah satu Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Kecamatan Baros yang diragukan keabsahannya.
Baca juga: Sidang Musda KNPI Diwarnai Kericuhan Antar OKP
Kedua kubu dari Gilang Gusmana maupun Nurul Jaman Hadi sama-sama mempertahankan pendapat dan argumennya sehingga sidang pleno diskors 10 menit namun tetap menemui jalan buntu (deadlock).
“Sangat disayangkan Musda ini tidak menghasilkan keputusan apapun, Steering Committee (SC) tidak ada ketegasan dalam mengambil keputusan,” ujar Muhamad Lili, pimpinan sidang perwakilan dari KNPI Jawa Barat kepada wartawan.
Ia menilai SC tidak berani mengambil keputusan menetapkan bakal calon Ketua KNPI Kota Sukabumi, akibatnya pimpinan sidang akan menetapkan apapun kebijakan dari SC dengan mengutamakan kebersamaan pemuda di Kota Sukabumi.
Baca juga: Persyaratan Tidak Mencukupi Sayyid Agil Realistis Mengundurkan Diri dari Balon Ketua KNPI
Terkait mekanisme persyaratan, bahwa permasalahan persyaratan itu menjadi ambigu, SC tidak bisa memberikan keputusan secara tegas terkait persyaratan yang diserahkan salah satu calon.
“Musda terpaksa ditunda, belum ditentukan sampai kapan ada waktu yang pas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua SC Ruslan belum bisa memberikan tanggapan apapun terkait Musda ini.
Redaktur: Dharmawan Hadi