Nelayan di Pajampangan Keluhkan Anjloknya Harga Benih Bening Lobster

FOTO: Sejumlah perahu Nelayan Pajampangan saat bersandar di Pesisir Pantai Selatan Pajampangan.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Nelayan di wilayah Pajampangan, yang ada di Minajaya Kecamatan Surade, dan di Ujunggengeng Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mengeluh karena merosotnya harga jual Benih Bening Lobster (BBL).

 

Harga BBL atau benur saat ini hanyan diharga Rp 800 – 1000 per ekor. Kondisi ini membuat warga nelayan banyak yang tak melaut, dan sebagian mereka memilih untuk memperbaiki alat alat melaut.

 

Keluhan para nelyan ini disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, di Pantai Minajaya, baru baru ini.

 

“Kami diminta HNSI Minajaya untuk datang ke menemui para nelayan yang sudah menunggu di Minajaya. Para nelayan menyampaikan aspirasinya, terutama soal harga BBL yang dinilai tidak berpihak kepada nelayan,” ujar Nunung Nurhayati.

Baca juga:  Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Sukabumi Sidak Pasar Palabuhanratu, Harga Ayam Tembus Rp45 Ribu

 

Dalam pertemuan tersebut, kata Nunung nelayan mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka berharap sistem mata rantai pemasaran BBL dapat dibenahi, agar nelayan tidak terus dirugikan oleh tengkulak atau perantara. Para nelayan juga mengusulkan dibentuknya koperasi atau badan usaha milik nelayan untuk memperkuat posisi tawar di pasar.

 

“Harapan mereka, harga BBL di tingkat nelayan bisa adil, tidak dipermainkan tengkulak, nelayan juga meminta agar ada pembinaan dan fasilitas pemasaran langsung ke pembeli besar,” jelas Nunung.

Baca juga:  Asep Sutandar KWKH Jabar di HUT Pengayom Ke-80 Mengajak Hargai Karya Cipta Anak Bangsa Kekayaan Intelektual

 

Tidak hanya itu, lanjut Nunung, para nelayan juga meminta peninjauan kembali terhadap kuota tangkapan BBL yang saat ini dinilai tidak sebanding dengan potensi dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Para nelayan berharap kuota bisa ditambah secara proporsional agar pendapatan mereka meningkat.

 

Sementara para nelayan Ujunggenteng menyampaikan aspirasi yang sama, hanya mereka menyampaikannya ke Zainul Mutasichin, Anggota Komisi IX DPR RI, saat anggota dewan tersebut hadir di Ujunggenteng dalam acara Sosialisasi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada Minggu (8/6/2025).

 

“Aspirasi nelayan ini Insya Allah akan saya perjuangkan sekuat tenaga. Saya berharap nelayan disini tidak perlu melakukan aksi demo ke Jakarta, biar saya yang mewakili,” ujar Zainul.

Baca juga:  Hasil Nobar Debat Cawapres, Hergun: Jawaban Gibran Mencerminkan Profesional

 

Disampaikan Zainul, bahwa salah satu penyebab anjloknya harga Baby Lobster adalah soal supply yang sangat besar, juga kapasitas tangakapan cukup besar pula, sementara kuota ekspor sangat terbatas, sehingga harga anjlok.

 

“Nanti kita akan coba komunikasikan dengan beberapa pihak yang ada di pemerintah pusat termasuk dengan KKP dan juga dengan pihak lainnya agar ya kalau dimungkinkan kuota ekspor untuk baby lobster bisa dipertimbangkan untuk ditambah, tapi tentu tanpa harus mengurangi dan tanpa harus mengganggu ekosistem laut kita dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Pos terkait