LINGKARPENA.ID | Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Surade Tek menyurutkan niat warga untuk datang diacara Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda tingkat Kecamatan Surade tahun 2024, yang digelar di Lapang Lodaya Serta Surade, Kabupaten Sukabumi, Senen (28/10).
Ngaliwet 1000 Kastrol menjadi salah satu acara menarik di kegiatan tersebut. Setiap desa dan kelurahan, juga dinas dan instansi se- Kecamatan Surade diwajibkan mengirimkan pesertanya, untuk mengikuti lomba liwet.
Di Kecamatan Surade momentum Hari Santri Nasional tahun 2024 merupakan ajang untuk menjalin kebersamaan dan keakraban antara pemerintah dan masyarakat termasuk para Santri dan para Ulama setempat, dengan mengelar salah satu acara, ngaliwet 1000 Kastrol.

Camat Surade U. Suryana berharap dengan gelaran acara ngaliwet 1000 Kastrol kebersamaan antara ulama, umaro, dan santri semakin kompak dan bersinergi dalam mengisi pembangunan.

“Saya mengapresiasi adanya kegiatan ini. Semoga kedepannya acara serupa bisa dilaksanakan dan lebih semarak lagi,” ungkapnya.
Diketahui, salah satu tradisi unik masyarakat Sunda adalah “ngaliwet”. Ngaliwet merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Sunda yang bersifat turun-temurun. Tradisi ngaliwet terlihat sederhana, tapi kaya akan makna terkait dengan hubungan antarmanusia dalam masyarakat Sunda.
Kebiasaan ngaliwet sudah dilakukan turun temurun sejak nenek moyang hingga kini masih eksis. Jadi, ngaliwet dapat dikatakan sebagai kearifan lokal, ajang menjalin kebersamaan dan keakraban diantara warga.






