Pantang Pulang Sebelum Padam: Aksi Heroik Petugas Damkar Sukabumi Taklukan Si Jago Merah di Pasar Surade

FOTO: Para petugas pemadam kebakaran usai memadamkan api yang membakar pasar Surade, Senin (17/9/25). Jajang S

LINGKARPENA.ID | Slogan “Pantang Pulang Sebelum Padam” bukan sekadar untaian kata bagi para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Indonesia, melainkan cerminan jiwa dan dedikasi yang mengalir dalam setiap tindakan mereka. Hari ini, semangat itu kembali terbukti di Kabupaten Sukabumi, ketika kobaran api yang melalap satu unit gudang sembako di areal Pasar Tradisional Surade berhasil dijinakkan oleh gabungan petugas Damkar dari berbagai pos, menegaskan makna semboyan “Yudha Brama Jaya” – kemenangan dalam perang melawan kebakaran.

Pagi yang seharusnya tenang di Pasar Tradisional Surade mendadak berubah mencekam pada Senin, 17 September 2025. Api dengan cepat melahap sebuah gudang sembako, menciptakan kepanikan di antara pedagang dan pengunjung. Asap hitam membumbung tinggi, mengundang perhatian dan kekhawatiran warga sekitar.

Baca juga:  Pimpinan DPRD Kota Sukabumi Siap Luncurkan Program Tukar Sampah dengan Beras

Tanpa membuang waktu, panggilan darurat segera diteruskan, dan para prajurit pemberani yang dikenal dengan seragam biru-oranye pun bergerak.Empat pos Damkar, yaitu Pos I Palabuhanratu, Pos X Jampangkulon, Pos XI Surade, dan Pos XII Ciemas, segera mengerahkan personel dan armada terbaik mereka.
Koordinasi cepat dan tanggap menjadi kunci dalam menghadapi situasi genting ini.

Di bawah terik matahari dan kepulan asap, para petugas berjibaku dengan api, menyemprotkan air, dan berupaya mencegah api merembet ke kios-kios lain yang berdekatan. Suara sirine berpacu dengan raungan mesin pompa air, menciptakan simfoni perjuangan yang heroik.

Salah satu petugas dari DPKP Palabuhanratu, Rusman Nuryadin, menceritakan suasana haru dan lega setelah perjuangan panjang.

Baca juga:  Kondisi Jalan Pasar Surade Sukabumi Dikeluhkan Warga, Kadisdagin Bilang Begini

“Alhamdulillah pekerjaan kita selesai. Saya dari Palabuhanratu bergabung sama rekan lainnya di sini, ada empat pos Damkar yang turun ke sini,” ujar Rusman dengan napas lega, sembari menikmati secangkir kopi hangat di sebuah kedai tak jauh dari lokasi kejadian.

Kopi sederhana itu terasa begitu nikmat, menjadi penawar lelah setelah berjam-jam bertarung dengan amukan si jago merah. Rasa lelah tergantikan oleh kepuasan batin atas keberhasilan menjinakkan api dan mengamankan aset masyarakat.

Kesigapan dan kekompakan para petugas Damkar mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari warga setempat.

Ratna (45), seorang pengunjung pasar yang menyaksikan langsung peristiwa kebakaran, mengungkapkan kekagumannya. “Salut dan apresiasi atas kekompakan petugas damkar saat berjibaku memadamkan api. Ini luar biasa. Terima kasih… Terima kasih…,” ucap Ratna penuh haru, menggambarkan betapa berharganya peran mereka dalam melindungi masyarakat.

Baca juga:  Puluhan Anak PAUD Antusias Ikuti Edukasi Kebakaran di Disdamkartan Sukabumi

Insiden kebakaran di Pasar Tradisional Surade ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya keberadaan dan dedikasi para petugas Damkar. Mereka adalah garda terdepan yang siap mempertaruhkan nyawa demi keselamatan orang lain dan harta benda.

Semboyan “Pantang Pulang Sebelum Padam” bukan hanya sekadar semboyan, melainkan sebuah janji yang selalu mereka tepati, memastikan bahwa setiap titik api padam sempurna sebelum mereka kembali ke markas. Kisah heroik ini adalah bukti nyata dari semangat pengabdian tanpa batas yang patut kita banggakan.

Pos terkait