LINGKARPENA.ID | Pemerintah Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pertanyakan kelanjutan rencanan pembangunan jembatan gantung di Kampung Ciawi, Desa Wanasari, yang akan di garap Yayasan Jampe.
Kepala Desa Wanasari Sudarmi, Spd.i kepada lingkar pena menuturkan, jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Ciawi dengan Kampung Cibungur Ganet tersebut sangat vital. Ini, kata dia, sedikitnya 1000 jiwa / 337 kepala keluarga ( KK ) tercatat sebagai pengguna.
Karena fungsi jembatan dianggap vital, sementara kondisinya perlu perbaikan, pada tahun 2021 Pemdes Wanasari mengagendakan untuk melakukan renovasi, dan mencoba mengirimkan proposal ke Yayasan Jampe, dengan harapan yayasan tersebut bisa membantu dalam perbaikannya.
“Tahun 2021 sudah dua kali di survey dan sudah di ukur. Waktu itu jalan di sana masih tanah merah, sekarang sudah dibangun pengerjaannya. Katanya sih tinggal menunggu realisasinya,” ujar Sudarmi, Rabu (2/10/24) malam.
Lebih lanjut, kata Sudarmi, sudah tiga tahun berlalu tidak ada realisasinya. Kalaupun tidak di setujui untuk dilakukan renovasi, seyogyanya ada informasi dari pihak Jampe.
“Hingga sekarang kami tak pernah menerima kabarnya, tidak ada kejelasan. Tapi malam tadi saya hubungi Suherlan katanya mau di asessment ulang,” tandas Sudarmi.
Diketahui, jembatan gantung yang berada di Kampung Ciawi itu menghubungkan g Kampung Masdugel dengan Kapung Ganet, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, “Selain warga petani, jembatan itu sering digunakan anak anak sekolah,” terang Sudarmi.
Panjang jembatan gantung Ciawi tetukur hanya 62 meter lebar 1,5 meter. Jika melihat volumenya jelas keberadaan jembatan gantung tersebut tidak selebar jembatan gantung yang pernah di garap Yayasan Jampe di Kecamatan Lengkong dan jembatan gantung di Desa Caringin nunggal, yang usai dikerjakan dalam hitungan bulan.
Lingkar pena mencoba menghubungi ketua Yayasan Jampe H. Eka lewat perpesanan Whatshapp untuk mengkonfirmasi terkait jembatan gantung di Kampung Ciawi tersebut.
“Saya tidak menerima laporan tentang itu, harus ditanyakan ke orang yang melakukan survey,” ujar H. Eka.
Sementara team Jampe yang melakukan survey ke lokasi, Octave Igoy menuturkan , hal itu terpulang pada ketersediaan anggaran yang ada. Dan untuk pembangunan jembatan tersebut anggarannya tidak ada.






