Pemkab Sukabumi Gerak Cepat Tangani 15 Warga Terlantar di Mamuju

Kadisnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi (kiri) dan sejumlah warga sukabumi yang terlantar di daerah Mamuju Sulbar.[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons laporan adanya 15 warganya yang terlantar di Mamuju, Sulawesi Barat, setelah diduga menjadi korban penipuan berkedok tawaran pekerjaan. Atas arahan Bupati Sukabumi, Asep Japar, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi segera melakukan Penanganan guna memastikan keselamatan dan kepulangan para korban.

 

Informasi mengenai kondisi para warga tersebut mencuat setelah video berdurasi 1 menit 39 detik beredar di media sosial. Dalam video itu, tampak para korban yang berasal dari Kecamatan Cibadak berada di sebuah rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan dan penuh ketidakpastian.

Baca juga:  Dandim 0607 Sukabumi Dampingi Kunjungan Menkomdigi RI di Panen Raya “Tech-Enabled Fisheries" Cicantayan

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, memastikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan menjalin komunikasi langsung dengan para korban.

 

“Kami sudah berkomunikasi dengan mereka. Mohon doanya, masalah ini sudah kami tindak lanjuti,” ujar Sigit saat dikonfirmasi lingkar pena. id, Selasa (5/5/2026).

 

Menurutnya, karena kasus ini melibatkan lintas provinsi, Pemkab Sukabumi juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat guna mempercepat proses penanganan, termasuk upaya pemulangan para korban ke daerah asal.

Baca juga:  Dispar Sukabumi Gelar Touring Ngabumi Session 4 “Hayu Ngabring Bari Mieling”

 

“Karena ini lintas provinsi, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

 

Diketahui, para korban awalnya tergiur tawaran pekerjaan dari seorang mandor yang menjanjikan pekerjaan dengan imbalan kasbon sebesar Rp1,5 juta. Namun, setelah tiba di lokasi tujuan, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah ada, sementara mandor tersebut menghilang tanpa jejak.

 

Akibatnya, para korban kini harus bertahan dalam kondisi serba kekurangan. Bahkan, mereka dilaporkan sempat tidak makan selama dua hari dan mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan, terlebih setelah dua orang di antaranya jatuh sakit.

Baca juga:  Polemik Salat Ied di Lapang Merdeka, PDPM Kab Sukabumi Soroti Komunikasi Pemerintah

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada warganya serta memastikan proses penanganan berjalan maksimal hingga para korban dapat kembali ke kampung halaman dengan selamat.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas legalitas dan kredibilitasnya. Pemkab Sukabumi mengimbau masyarakat untuk memastikan informasi lowongan kerja melalui instansi resmi guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Pos terkait