Pemuda Pancasila Usulkan Pembangunan Tugu KH Ahmad Sanusi di Kota Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Pahlawan Nasional asal Sukabumi, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Sukabumi mengajukan usulan pembangunan Tugu Pahlawan KH Ahmad Sanusi kepada Wali Kota Sukabumi. Monumen ini diharapkan menjadi simbol kebanggaan serta inspirasi bagi masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para alim ulama.

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi, Hendi Wiryadi Comen, mengatakan usulan tersebut lahir dari semangat untuk mengabadikan jasa KH Ahmad Sanusi, ulama pejuang kemerdekaan yang namanya begitu lekat di Tatar Pasundan.

“Kami merasa tergerak mengabadikan nama KH Ahmad Sanusi melalui tugu sebagai simbol penyemangat bagi seluruh masyarakat Kota Sukabumi agar tidak hanya menghormati masa lalu, tetapi juga aktif membangun masa depan,” ujar Hendi, Senin (10/11/2025).

Baca juga:  BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran 2025

Menurut Hendi, jika disetujui, pembangunan tugu akan masuk dalam program pengembangan ruang publik dan heritage Kota Sukabumi. Lokasinya direncanakan berada di titik strategis di pusat kota agar mudah diakses masyarakat sekaligus menjadi ikon sejarah baru Sukabumi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung penuh usulan tersebut, mulai dari tahap desain, perencanaan anggaran, hingga pelaksanaan pembangunan agar berjalan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Baca juga:  Presiden Jokowi Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional untuk Alm KH Ahmad Sanusi di Istana Negara

Sekilas Profil KH Ahmad Sanusi

KH Ahmad Sanusi lahir di Kampung Cantayan, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada 18 September 1888 (atau 1889 menurut sumber lain) dan wafat pada 31 Juli 1950. Ia merupakan putra KH Abdurrahim bin H. Yasin, pengasuh Pesantren Cantayan yang memiliki garis keturunan ulama terkemuka di Tatar Pasundan.

Sejak muda, KH Ahmad Sanusi dikenal sebagai sosok ulama yang haus ilmu. Ia menimba ilmu agama di berbagai pesantren di Jawa Barat, bahkan sempat belajar di Makkah. Sekembalinya ke tanah air, ia aktif berdakwah, mendirikan pesantren, dan ikut berjuang dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:  Lapas Kelas IIB Sukabumi, Terima Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM dari Menkumham

Sebagai ulama produktif, KH Ahmad Sanusi menulis lebih dari 126 hingga 200 kitab dalam berbagai disiplin ilmu, yang memadukan nilai-nilai pesantren tradisional dengan semangat nasionalisme.

Atas jasa-jasanya, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Mahaputera Adipradana, serta menetapkannya sebagai Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, semangat perjuangan beliau terus hidup melalui berbagai lembaga pendidikan, termasuk Institut KH Ahmad Sanusi (INKHAS) di Kota Sukabumi yang menjadi penerus perjuangan di bidang keagamaan dan pendidikan.

Penulis: Jajang
Editor: Redaksi

Pos terkait