Pendamping Odha Diharapkan Mendapat Perhatian Khusus dari Pemerintah

LINGKARPENA.ID | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi mememiliki beberapa orang fasilitator, pendamping atau di KPA disebut sebagai penjangkau.

“Penjangkau memiliki tugas memastikan kebenaran dan keberadaan yang terindikasi sebagai odha, odip dan adha, agar tiga zero yaitu nol kematian, nol penularan, nol stigma dan diskriminasi,” jelas Iin Fitriani kepada Lingkarpena.id.

Kata Iin, pada tahun 2023 jumlah odha yang didampingi oleh penjangkau sebanyak 48 orang yang kini masih dalam proses perawatan dan pengobatan. Sementara, untuk diketahui oleh masyarakat HIV AIDS bisa menular dengan tiga faktor yaitu pertama dengan jarum suntik yang dipakai bergantian, berhubungan intim berisiko dan ibu menyusui.

Baca juga:  Dihadapan Gubernur, Bupati Paparkan Potensi Kabupaten Sukabumi untuk Pengembangan Jabar Selatan

“Pesan saya pada masyarakat jika ada masyarakat yang terjangkit HIV AIDS jangan dijauhi, berikan semangat dan motivasi untuk terus semangat hidup,” tegasnya.

Iin berharap, penjangkau atau pendamping bisa mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Karena menurutnya, apa yang dilakukan oleh pendamping tersebut bisa dikatakan tidak mudah.

“Odha tidak bisa sendiri untuk berobat ke rumah sakit ketika membutuhkan pertolongan, kami dengan kondisi apapun tetap melayani tidak mengenal waktu siang walaupun malam hari, apalagi saat odha mengalami drop,” tutupnya.

Baca juga:  Empat Anak Warga Bogor Dilaporkan Hilang, Kasat Pol Airud Segera Bertindak

Pos terkait