Dari Rp5.000 Setiap Jumat, Mimpi Mak Inah Memiliki Rumah Layak Mulai Terwujud

LINGKARPENA.ID | Kebaikan tidak selalu lahir dari angka yang besar. Terkadang, perubahan justru berawal dari kepedulian sederhana yang dilakukan secara konsisten. Seperti yang terjadi di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, ketika infak Rp5.000 yang dikumpulkan setiap Jumat dari para pegawai pemerintah dan instansi terkait, perlahan menjelma menjadi harapan baru bagi warga yang membutuhkan.

 

Program sosial keagamaan bertajuk “Jumat Berkah” yang digagas Camat Gegerbitung, Sri Yuliani, menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan anggaran.

 

Meski baru berjalan seumur jagung, manfaat program tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Mak Inah, warga Kampung Pangauban, Desa Buniwangi.

 

Baca juga:  Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Pastikan Pembangunan Huntap Kampung Gempol Sesuai Target

Di balik tumpukan bahan bangunan dan proses renovasi yang berlangsung, tersimpan cerita tentang kepedulian banyak orang. Bukan hanya soal material yang terkumpul, tetapi juga tentang rasa empati dan kebersamaan yang diwujudkan dalam aksi nyata.

 

Camat Gegerbitung, Sri Yuliani, mengatakan program Jumat Berkah lahir dari kegelisahan melihat masih adanya warga yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah.

 

“Dengan keterbatasan anggaran saat ini, kita tidak harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah. Saya berpikir kita harus bergerak dan mencari solusi bersama. Dari situlah lahir gagasan Jumat Berkah ini,” ujarnya kepada lingkarpena. id, Rabu ( 17/6/2026 ).

 

Dalam pelaksanaannya, setiap pegawai dari berbagai instansi di lingkungan Kecamatan Gegerbitung, mulai dari kantor kecamatan, puskesmas, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), KUA hingga lembaga lainnya, secara sukarela menyisihkan infak sebesar Rp5.000 setiap hari Jumat. Terkecuali pegawai Puskesmas yang hanya Rp 3000, karena jumlahnya banyak.

Baca juga:  PDI Perjuangan Gelar Safari Kemanusiaan, Bantu Korban Bencana Sukabumi Selatan

 

Menurut Sri, nominal yang terkumpul memang tidak besar jika dilihat secara individu. Namun ketika dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, hasilnya mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

 

“Meskipun nilainya kecil, insya Allah sangat bermanfaat. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensinya. Dari yang kecil ini ternyata bisa membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi warga,” katanya.

 

Agar pengelolaan dana berlangsung transparan dan akuntabel, program tersebut telah memiliki struktur kepengurusan yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK). Saat ini, Ketua pengelola dijabat Kepala Puskesmas Gegerbitung, sekretaris dari unsur KUA, sementara bendahara berasal dari pihak kecamatan.

Baca juga:  Sosok Kadus di Selatan Sukabumi Tak Kenal Lelah Bantu Korban Bencana, Patut Diapresiasi

 

Sri berharap program Jumat Berkah dapat terus berkembang dan menjadi gerakan sosial bersama yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, tidak hanya di bidang perumahan tetapi juga kebutuhan sosial lainnya.

 

“Semoga ini menjadi ladang amal bagi semua yang terlibat dan dapat terus membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena pada dasarnya, kepedulian yang dilakukan bersama akan menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar,” ungkapnya.

 

Program Jumat Berkah menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari bantuan bernilai besar. Dari lembaran uang Rp5.000 yang disisihkan dengan tulus setiap pekan, tumbuh harapan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang mampu mengubah kehidupan warga menjadi lebih baik.

Pos terkait