Tidak hanya itu, Kapolrestabes Surabaya juga menyampaikan, di era modern digital saat ini, harus tetap menjaga jiwa-jiwa dan amanat yang telah disampaikan oleh pejuang muda pada 93 tahun lalu. Yang mana mereka telah sepakat untuk menjaga persatuan bangsa dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan juga budaya-budaya yang telah ada.
“Mari sama- sama tetap konsisten untuk meneruskan jiwa-jiwa pejuang, khususnya pemuda yang 93 tahun lalu. Sepakat untuk menjaga kesatuan bangsa dengan Bahasa Indonesia, dan juga budaya-budaya yang telah ada,” ajaknya.
“Mari sama-sama kita hormati di dunia modern dan digital saat ini. Tentunya dengan tidak meninggalkan sejarah maupun budaya-budaya bangsa yang kita cintai ini,” ucap Kombes Pol A. Yusep Gunawan.
Yusep berharap, kegiatan ini dapat terus berjalan dan meningkat, serta menjadi suatu bentuk dukungan untuk Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia maju dan tumbuh.
| Baca juga: |
| Mahfud MD, Gelar Silaturahmi dengan Budayawan dan Seniman Se-Jatim di Polda Jatim |
Terakhir, Yusep Gunawanmenyampaikan pesan kepada para mahasiswa supaya jangan ragu untuk terus berprestasi. Mengisi kemerdekaan sehingga dapat membantu percepatan proses kegiatan pemerintah yang lebih positif dan juga bermanfaat.
“Forkomipda beserta atensi Kepolisian yang ada akan terus mendukung segenap aktivitas dan juga kreatifitas dari mahasiswa Kota Surabaya. Tentunya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” tutur Kapolrestabes Surabaya.
Setelah pelaksanaan Tausiyah Kebangsaan, Kapolrestabes Surabaya juga memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada sejumlah organisasi kemahasiswaan itu.(**)
Kontributor: AS
Redaktur: Akoy Khoerudin






