LINGKARPENA.ID | Kebijakan tarif impor tinggi dari Amerika Serikat memicu efek domino yang mulai terasa di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menyebut kebijakan yang dikenal dengan istilah “Tarif Trump” itu berdampak langsung terhadap iklim industri dalam negeri.
“Ukurannya, sudah berapa ribu pabrik yang melakukan PHK. Karena produk kita makin sulit masuk ke pasar ekspor, industri kita pun mulai goyah,” kata Dani saat ditemui di sela kegiatan pembinaan IKM, Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat. Disdagin Sukabumi, kata dia, kini fokus memperkuat sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai solusi jangka panjang.
“Kami punya tanggung jawab untuk menciptakan wirausaha baru. Jadi ketika mereka (korban PHK) bisa berdaya secara ekonomi, masalah PHK itu tidak menjadi beban besar lagi,” ujarnya.
Langkah konkret yang diambil Disdagin antara lain berupa pembinaan, fasilitasi modal, hingga pendampingan usaha. Dani menuturkan, Disdagin juga tengah menyusun program penyediaan wadah produktif bagi korban PHK agar dapat segera bangkit dan mandiri.
“Kita siapkan jenis-jenis usahanya, kita dampingi prosesnya. Harapannya, pelaku IKM ini bisa tumbuh, bahkan ekspansi,” tambah Dani.
Dani berharap upaya ini bisa menjadi bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pasca tekanan global, sekaligus sejalan dengan visi Kabupaten Sukabumi Mubarokah—yang menekankan pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga.
Reporter : Rizky Apriliana
Editor : Redaksi






