Polisi Ungkap Kasus Penambangan Ilegal di Kawasan Hutan Blok Cibuluh Sukabumi

Polres Sukabumi saat menggelar konferensi pers terkait penambangan ilegal di kawasan hutan tanpa izin.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Polres Sukabumi berhasil mengungkap kasus penambangan ilegal di dalam kawasan hutan tanpa izin dan mengamankan pelaku dan sejumlah barang bukti.

Diketahui kasus ini berawal dari Laporan Polisi Nomor LP/B/369/VIII/2023/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat pada tanggal 07 Agustus 2023. Pada hari Kamis, 03 Agustus 2023, kegiatan penambangan ilegal dilaporkan terjadi di blok Cibuluh Desa/ Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dede Pardede mengatakan, kegiatan penambangan ilegal yang merusak kawasan hutan merupakan tindakan serius yang melanggar undang-undang. Polisi berkomitmen untuk melindungi lingkungan dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan lingkungan.

“Tim gabungan dari Polres Sukabumi melakukan penindakan pada hari Selasa, (09/08/2023) sekira pukul 17.00 WIB tepatnya di lokasi tambang ilegal blok Cibuluh berhasil mengamankan seorang terduga tersangka berimisial AS (54) atas dugaan memiliki peran sebagai pemodal (Kepala Lobang) dalam kegiatan penambangan ilegal ini,” kata AKBP Dede Pardede saat Konferensi Pers dihadapan wartawan, Kamis (10/08/2023).

Baca juga:  Polisi Gagalkan Tawuran Belasan Pelajar dan Sita Senjata Tajam di Sukabumi

Adapun modus operandi para terduga pelaku lanjut dia, yakni dengan memasuki lahan milik Perhutani yang sebenarnya masuk dalam IUP OP PT. Wilton Wahana Indonesia. Pelaku-pelaku ini kemudian dipekerjakan oleh kepala lobang yang terdaftar di koperasi produsen Ratu Jaya Perkasa.

Dijelaskan Kapolres, mereka menggunakan cangkul dan garpu untuk menggali lobang dengan diameter sekitar 1 meter dan kedalaman sekitar 5 meter. Setelah menemukan batu yang diduga mengandung emas, mereka menggunakan alat pahat dan palu untuk memahat batu tersebut sebelum diangkat ke permukaan menggunakan kerekan dan dibawa dengan sepeda motor.

Baca juga:  Hindari Tabrakan dengan Sepeda Motor, Truk Membawa Pakan Terguling di Cigaru Simpenan

“Dalam operasi tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti diantarnya 1 unit sepeda motor Honda Beat warna biru, 1 unit sepeda motor Honda Revo warna hitam, 4 karung beban, 1 genset, 1 hammer, 1 palu, 1 pahat, 1 lembar kwitansi, dan 1 Kartu Tanda Anggota Koperasi Produsen Ratu Jaya Perkasa,” ungkapnya.

AA Dede sapaan akrab menegaskan para pelaku dijerat dengan Pasal 89 Ayat (1) UU RI No. 8 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta pidana denda mulai dari satu miliar lima ratus juta rupiah hingga sepuluh miliar rupiah.

Baca juga:  Krisis Air Bersih Mulai Terjadi di Tiga Kecamatan Kota Sukabumi

Selain itu, Pasal 158 UU RI No. 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juga dikenakan kepada para pelaku, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak seratus miliar rupiah.

“Dengan adanya pengungkapan kasus ini, Polres Sukabumi memberikan peringatan kepada semua pihak untuk tidak melakukan kegiatan penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar hukum,” pungkasnya.

Pos terkait