Punya Gangguan Pendengaran, Layanan Poliklinik THT RSUD Syamsudin SH Solusinya

FOTO: dr. Kote Noordiantha, Sp.THTBKL., M.Kes., dan Fasilitas di Poliklinik THT RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, kini telah hadir Poliklinik THT atau Telinga, Hidung dan Tenggorokan, sebagai jawaban untuk masyarakat Sukabumi dalam memberikan layanan kesehatan.

Hal tersebut menjadi salah satu kebutuhan kesehatan bagi masyarakat. Untuk itu Poliklinik THT UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H. menggelar kegiatan promosi layanan pada Jumat, 21 Maret 2025.

Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan telinga dan pendengaran guna mencegah gangguan pendengaran, bahkan hingga risiko tuli.

Baca juga:  Layanan Laboratorium Patologi Klinik RSUD R Syamsudin SH, Hadirkan Teknologi Canggih untuk Diagnosis Akurat

“Gangguan pendengaran dapat terjadi pada siapa saja atau berbagai usia, ya mulai dari bayi hingga lanjut usia. Pada bayi dan anak-anak, tuli bawaan serta infeksi telinga menjadi faktor utama. Khusus pada anak usia sekolah dasar, kotoran telinga bisa menjadi penyebab ketulian hingga 50-60 persen,” ucap dr. Kote Noordiantha, Sp.THTBKL., M.Kes., Jumat (21/3/25).

Baca juga:  Forkopimda Kota Sukabumi Ikuti Gelar Apel Siap Siaga Bencana di Wilayah Kodam III Siliwangi

Dijelaskan dr. Kote, misal pada remaja, karena penggunaan earphone dengan volume tinggi hal itu bisa menjadi penyebab utama gangguan pendengaran akibat bising. Sementara pada lansia, gangguan pendengaran umumnya terjadi karena faktor degeneratif atau penuaan alami.

“Gangguan pendengaran sendiri terbagi menjadi dua jenis. Tuli Konduktif, yaitu gangguan yang terjadi akibat sumbatan pada liang telinga, infeksi telinga, atau gendang telinga berlubang. Kemudian Tuli Sensori Neural, yaitu gangguan yang terjadi pada rumah siput (koklea) atau saraf pendengaran di otak,” terangnya.

Baca juga:  Sambangi Rumdin Walikota Sukabumi, Ini Sejumlah Aspirasi Ojol

Selain itu kata dr. Kote, terdapat juga Mixed Type Hearing Loss, yaitu kombinasi dari kedua jenis gangguan tersebut. Gejala gangguan pendengaran dapat berupa tuli ringan hingga sangat berat, nyeri telinga, perasaan penuh di telinga, serta suara berdenging atau tinnitus.**

 

Pos terkait