LINGKARPENA.ID | Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, terus meningkatkan sarana dan prasarana kebutuhan fasilitas kesehatan masyarakat Sukabumi.
Bahkan kini telah hadir Poliklinik THT atau Telinga, Hidung dan Tenggorokan, sebagai bentuk jawaban untuk masyarakat Kota dan Sukabumi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal sesuai kemajuan zaman.
Dalam dunia medis penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan atau THT ketiga organ ini memiliki fungsi penting dalam tubuh. Mulai dari mendegar, bernapas, mencium aroma, berbicara hingga menelan adalah kebutuhan hidup sehat.
Dijelaskan dr. Kota Noordiantha, Sp.THTBKL., M.Kes., untuk mencegah gangguan pendengaran, edukasi harus dimulai sejak dini. Seperti seorang Ibu hamil perlu memastikan kondisi kesehatannya sebelum melahirkan, anak-anak mesti terhindar dari infeksi telinga. Dan remaja harus membatasi penggunaan earphone dalam waktu lama.
“Nah, jika sudah mengalami gangguan pendengaran, pasien tidak perlu ragu menggunakan alat bantu dengar setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis THT,” jelas dr. Kote kepada awak media, Jumat (21/3/25).
Lebih rinci dr. Kote menjelaskan, Poliklinik THT RSUD R. Syamsudin, SH, telah menyediakan berbagai layanan pemeriksaan pendengaran. Diantaranya OAE (Oto Acoustic Emission): Screening pendengaran untuk bayi. Audiometri, Timpanometri dan Tes Tuba: Pemeriksaan pendengaran untuk remaja dan dewasa. Endoskopi Telinga: Pemeriksaan anatomi telinga secara lebih mendetail.
Untuk inforasi tambahan, layanan Poliklinik THT tersedia di Gedung HMM lantai 2, Jalan Rumah Sakit Belakang, dengan jadwal dokter sebagai berikut:
Senin & Rabu: dr. Orlena D. Kartika, Sp.THTBKL.
Selasa & Kamis: dr. Kote Noordiantha, Sp.THTBKL., M.Kes.
Jumat: dr. H. Oscar Djauhari, Sp.THTBKL., FICS.
Poliklinik ini juga melayani pasien BPJS, pembayaran tunai, asuransi perusahaan, serta nota. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi nomor WhatsApp 0811-1230-0447.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan pendengaran mereka dan rutin melakukan pemeriksaan untuk mencegah gangguan pendengaran di masa depan.**






