LINGKARPENA.ID | Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan kondisi kebencanaan harian pada Selasa (18/11/2025) pukul 08.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, hingga pagi ini tidak terdapat laporan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Meski demikian, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG, menjelang siang berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat bersifat lokal di sejumlah wilayah.
Sementara itu, kondisi cuaca pada pagi hari dilaporkan berawan dengan suhu udara sekitar 23°C, arah angin bertiup dari Utara dengan kecepatan 1,6 km/jam, serta tingkat kelembaban mencapai 90 persen.
Dalam peringatan dininya, BPBD menyampaikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Sebagai upaya kesiapsiagaan, personel Pusdalops melakukan sejumlah kegiatan pemantauan, di antaranya:
Memantau laporan situasi wilayah kecamatan melalui WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi, media sosial, serta frekuensi radio Ratel I (164.365 link Perbawati).
Melakukan pengamatan titik rawan bencana melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare milik BNPB.
Mengikuti pembaruan peringatan dini dari WAG Prakiraan Cuaca Jabar, Info Gempa BMKG, Aplikasi Info BMKG, serta Warning Receiver System (WRS) New Gen.
Melakukan pencatatan, pengolahan, dan rekapitulasi data kejadian bencana.
Adapun petugas piket Pusdalops yang bertugas hari ini terdiri dari Unit Data dan Informasi (UDI) serta Unit Reaksi Cepat (URC). Personel UDI meliputi Rafik Farizka Mubarik dan Muh. Maulana Farhan, sementara URC diisi oleh Rickman Sanjaya Kartawidja, Beki Supriatna, Ahmad Nurjaman, dan Aldi Hikmatyar.
Untuk mendukung operasional, Pusdalops menyiapkan sejumlah peralatan, yakni satu unit kendaraan roda empat, satu unit chainsaw, dan satu unit pompa air (alkon).
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat tetap berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan jika terjadi kondisi kedaruratan.






