Puskesmas Kecamatan Waluran Gelar Sosialisasi dan Peluncuran Program Keluarga SIGAP

FOTO: Kepala Puskesmas Waluran Hj. Sitty Rochmah, dan jajaran saat menggelar Sosialisasi dan Peluncuran Program Keluarga Sigap di Aula Puskesmas Waluran, Selasa, 25 Maret 2025.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Waluran, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menggelar acara Sosialisasi dan Peluncuran Program Keluarga Sigap. Acara tersebut berlangsung di Aula Puskesmas Waluran, pada Selasa, 25 Maret 2025.

Selain dihadiri Kepala Puskesmas Waluran, Hj. Sitty Rochmah, hadir pula Camat Waluran Supendi, Ketua TP PKK Kecamatan, para Kepala desa se Kecamatan Waluran, Ketua BPD, tokoh agama, pendamping desa, Ketua Himpaudi, bidan desa, dan para ketua kader desa.

Kepala Puskesmas Kecamatan Waluran, Hj. Sitty Rochmah, mengungkapkan, bahwa program Keluarga SIGAP
bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang melindungi anak-anak usia dini dari penyakit, malnutrisi dan kematian prematur.

Baca juga:  Harga Sejumlah Bahan Pokok di Kabupaten Sukabumi Fluktuatif pada Minggu Ke IV Januari 2026

“Ini sebuah inisiatif baru untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat yang dapat mencegah berbagai penyakit pada anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Sitty Rachman, program ini menggunakan pendekatan melalui sosialisasi perilaku positif yang berfokus pada imunisasi rutin, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dan pemberian makanan bergizi pada anak usia 0-24 bulan.

“Program SIGAP bertujuan mendorong perubahan prilaku bagi orangtua dan anak usia 0-24 bulan dalam hal Imunisasi rutin, lengkap dan tepat waktu, Cuci tangan pakai sabun, dan Pemberian makanan bergizi yang sesuai bagi anak,” tambahnya.

Baca juga:  Dinas PU Kabupaten Sukabumi Gencarkan Pemeliharaan Rutin Infrastruktur

Selain menyasar para ibu, ujar Sitty Rachman, program ini juga menitikberatkan pada peran ayah dalam pola asuh anak. Melalui kader posyandu, tenaga kesehatan di puskesmas, bidan, tokoh masyarakat dan guru.

Selain itu program ini juga berupaya menyebarkan pesan tentang perilaku kesehatan positif tidak hanya kepada orangtua, tetapi juga kepada komunitas di lingkungan tersebut.

Baca juga:  Dinas PU Bahas Strategi Perbaikan Jalan Amblas Pasca Bencana

“Dengan berinteraksi dengan kepala desa, pemuka agama, dan lainnya, kami dapat memastikan pesan perilaku kesehatan positif dapat tersampaikan tidak hanya dari kami, melainkan juga dari para pemimpin di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kebiasaan hidup sehat dalam melindungi kesehatan anak-anak mereka dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

Pos terkait