Ratusan Pelajar dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Alami Gejala, Diduga Usai Konsumsi Menu MBG

Gambar Ilustrasi pelajar saat menyantap makanan.

LINGKARPENA.ID | Sebanyak 151 orang yang terdiri dari siswa dan guru SMK Negeri 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mengalami sejumlah keluhan kesehatan seperti mual, pusing hingga diare. Kejadian tersebut kini tengah ditangani dan diinvestigasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

 

Dari data sementara yang dihimpun, jumlah warga sekolah yang mengalami gejala terdiri dari 125 siswa dan 26 guru. Satu orang guru sempat menjalani perawatan di RS Betah Medika sebelum akhirnya diperbolehkan kembali beraktivitas.

 

Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan, menyebut laporan mengenai kondisi tersebut diterima pihak kecamatan pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca juga:  Kabar Mengejutkan, Ratusan Pelajar Hamil di Luar Nikah

 

Setelah menerima laporan, pemerintah kecamatan langsung melakukan koordinasi bersama unsur Forkopimcam serta Puskesmas Cibolang dan Puskesmas Gunungguruh untuk melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga sekolah yang mengalami keluhan.

 

“Gejala yang dirasakan di antaranya mual, pusing dan diare,” kata Ridwan kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).

 

Berdasarkan informasi sementara dari siswa maupun guru, keluhan kesehatan tersebut mulai dirasakan setelah mereka menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Meski demikian, pemerintah belum memastikan adanya hubungan langsung antara makanan tersebut dengan keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru. Kepastian mengenai penyebab kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Heboh! Ular Masuk Rumah Penghuni Perum Cikundul Residen Kota Sukabumi, Petugas BPBD Diterjunkan

 

Sebagai bagian dari penelusuran, tim Dinkes bersama unsur terkait telah mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikujang. Pemeriksaan dan investigasi di lokasi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 15.30 WIB.

 

Sementara itu, sebagian warga sekolah yang mengalami gejala masih menjalani pengobatan secara rawat jalan di rumah masing-masing. Kondisi guru yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit juga dilaporkan telah membaik dan dapat kembali menjalankan aktivitas mengajar.

Baca juga:  Heboh, Motor Sedang Melaju Tiba-tiba Kebakaran di Jalan Nasional Jampangkulon-Cinagen

 

Penanganan kejadian tersebut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari pemerintah Kecamatan Gunungguruh, Polsek, Koramil, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Puskesmas Cibolang hingga Puskesmas Gunungguruh.

 

Hingga laporan ini dibuat, tidak terdapat korban jiwa. Pemerintah masih menunggu hasil investigasi Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala kesehatan yang dialami ratusan warga SMKN 1 Gunungguruh.

 

lingkarpena.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi SMKN 1 Gunungguruh, SPPG Cikujang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi maupun pihak terkait lainnya apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan, diklarifikasi, atau ditambahkan.

Pos terkait