Remaja Putri Ditemukan Meninggal Tergantung di Curugkembar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Gambar ilustrasi jenazah: ist/net

LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Rawa Bungur, Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan seorang remaja perempuan yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Jumat (13/2/2026) malam.

Korban berinisial F (18) ditemukan dalam kondisi tergantung sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah korban tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun kerabat sejak beberapa waktu sebelumnya.

Kapolsek Curugkembar AKP Toni Hartoni membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang mencurigai kondisi rumah korban karena terkunci dari dalam.

Baca juga:  Pekerja Tol Bocimi Rekanan PT Waskita Karya Ditemukan Tak Bernyawa di Sukabumi

“Begitu laporan masuk, personel kami segera menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan pemeriksaan awal, dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar rumah korban,” ujar AKP Toni Hartoni.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sempat dicari sejak Rabu (12/2/2026) sore karena tidak dapat dihubungi. Namun hingga malam hari, korban tetap tidak memberikan kabar. Warga kemudian mendapati sepeda motor korban berada di rumah, sementara pintu rumah terkunci rapat dari dalam.

Baca juga:  Calon Penerima BLT Ditemukan Mengambang di Selokan, Diduga Ini Penyebabnya!

Karena khawatir, warga akhirnya berupaya masuk melalui jendela. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan pada leher. Pihak keluarga disebut menolak proses visum maupun autopsi, dan telah membuat surat pernyataan penolakan secara resmi.

Kapolsek Curugkembar turut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama menyangkut kesehatan mental generasi muda.

Baca juga:  Pergeseran Tanah di Curugkembar, 3 Rumah Rusak Berat 12 Terancam

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar. Jika ada masalah, jangan dipendam sendiri, sebaiknya dibicarakan dengan keluarga atau pihak yang dipercaya,” kata AKP Toni.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kematian tragis yang menjadi perhatian publik, sekaligus menjadi pengingat pentingnya dukungan sosial dan perhatian terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat.

Pos terkait