LINGKARPENA.ID | Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ratusan warga Kampung Jagamukti RT 006/002, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menggelar tradisi papajar atau makan nasi liwet bersama, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di areal lapangan wilayah RT setempat itu menjadi momentum kebersamaan warga menjelang memasuki bulan penuh berkah.
Tradisi makan bersama tersebut sudah menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Kampung Jagamukti. Warga berkumpul dalam satu hamparan panjang dengan beralaskan daun pisang, menikmati nasi liwet lengkap dengan beragam lauk pauk.
Aneka hidangan khas seperti ayam bakar hingga ikan mas bakar tersaji dan dinikmati bersama-sama, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan ini bukan sekadar tradisi kuliner, namun juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Sejak pagi hingga menjelang pelaksanaan, warga tampak kompak bergotong royong menyiapkan kebutuhan acara. Mulai dari memasak nasi liwet, menyiapkan lauk, hingga menata tempat makan dilakukan secara bersama-sama.
Tokoh masyarakat setempat, Gilang, mengatakan bahwa kegiatan papajar ini merupakan bentuk syukur sekaligus ajang memperkuat persaudaraan di lingkungan masyarakat.
“Dalam pelaksanaannya warga yang punya diwajibkan memberikan beras 1,5 liter dan uang Rp 20 ribu. Tapi ada juga warga yang memberikan lebih dari itu. Yang penting bukan nilai uangnya, tapi kebersamaannya. Alhamdulillah warga sudah pada hapal karena acara ini sudah rutin dilakukan,” ujar Gilang.
Menurutnya, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak lama dan tetap dijaga hingga saat ini karena mengandung nilai sosial yang kuat. Papajar menjadi salah satu cara masyarakat Kampung Jagamukti menyambut Ramadhan dengan hati gembira, sekaligus mempererat solidaritas antarwarga.
“Acara papajar atau makan bersama menjelang Ramadhan ini sudah dilakukan sejak lama. Hikmahnya ada pada kebersamaan. Dengan kegiatan ini warga bisa berkumpul, saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi, kekompakan warga terlihat jelas dari suasana kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Tidak ada sekat antara satu warga dengan warga lainnya. Semua duduk bersama dalam satu barisan panjang, menikmati hidangan yang sama, serta saling bercengkrama.
Dalam kegiatan tersebut, dua tokoh masyarakat Kampung Jagamukti, yakni Dwi dan Gilang, disebut menjadi motor penggerak utama sehingga tradisi ini tetap bertahan dan terus dilaksanakan setiap tahun. Keduanya dikenal aktif mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan serta melestarikan tradisi kebersamaan yang menjadi ciri khas kampung tersebut.
Diketahui, Dwi merupakan anggota TNI Angkatan Udara (AU), sementara Gilang juga merupakan anggota Polsek Ciracap. Meski memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, keduanya tetap berperan aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.
Dengan adanya kegiatan papajar ini, warga berharap suasana kebersamaan dan persaudaraan dapat terus terjaga, terutama dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Tradisi tersebut juga menjadi simbol kesiapan masyarakat menyambut bulan suci dengan semangat gotong royong dan rasa syukur.
Kegiatan makan nasi liwet bersama pun ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan agar seluruh warga diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.






