LINGKARPENA.ID | Ratusan koleksi pohon Bonsai berbagai jenis dan ukuran tertata rapi dikediaman dr. Hikmat gumelar yang berprofesi sebagai Kepala RSUD Sagaranten Kabupaten Sukabumi.
Atas hobinya mengkoleksi tanaman yang memiliki nilai seni dan ekonomi , Hikmat Gumelar yang tergabung dalam Komunitas Bonsai Pajampangan Sukabumi (KBPS) kepada awak media mengatakan, sebenarnya hobi mengkoleksi pohon bonsai belum lama, baru semenjak dari 2015 hingga sekarang.
“Cuma saya punya hobi menanam dari kecil karena memang dasarnya dahulu mungkin dikasih makan orang tua dari hasil bertani,” ungkapnya ketika dijumpai dikediamannya, Kampung Gadog, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade ,Kabupaten Sukabumi.
Masih kata Hikmat, sekarang ia sudah memiliki koleksi tanaman jumlahnya kurang lebih sebanyak 150 jenis bonsai, beberapa pohon masih di ground atau ditanam didalam tanah, namun ada pula yang sudah berproses dinaikan ke dalam pot.

“Berbagai bonsai yang saya punya beragam jenisnya, tapi yang paling dominan banyak bahannya diwilayah kita itu jenis Sancang berikut Kimeng dan Ficus Beringin Elegan. Lalu ada juga bonsai yang didatangkan dari luar daerah Sukabumi, contohnya seperti pohon Santigi,” kata sang dokter.
“Saya pesan dari daerah Sulawesi karena memang di wilayah kita itu bahannya sudah tidak ada ,makanya ketika membutuhkan bahan jenis Santigi kita ambil dari wilayah luar dari Sulawesi,” imbuhnya disela kegiatan 10 muharram 1446 H lalu.
Dijelaskan Hikmat, selama menekuni hobinya memelihara bonsai ia selalu mengikuti perlombaan di lokalan seperti di Cianjur, Subang, Karawang, Garut, Pelabuhan Ratu Termasuk pernah juga ikut pameran bonsai nasional sebagai pengalaman sekaligus silaturahmi dengan sesama pecinta bonsai
“Soal harga bonsai yang termahal ,pernah satu koleksi pohon santigi yang ukurannya medium, waktu itu orang Tasikmalaya sempat menawar 125 juta ,tapi karena memang saya masih sayang jadi tidak dijual,” pungkasnya.






