Respons SKPD Dinilai Normatif, PC PMII Kota Sukabumi Soroti Minimnya Solusi Konkret

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kota Sukabumi melalui Sekretariat Daerah (Setda) mengundang sejumlah elemen, termasuk PC PMII Kota Sukabumi, dalam forum dialog untuk mendengarkan jawaban dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sejumlah isu strategis yang sebelumnya telah disampaikan oleh PC PMII Kota Sukabumi dalam demonstrasi yang telah dilakukan, Selasa (28/04/2026)

 

Dalam forum tersebut, masing-masing SKPD memaparkan tanggapan atas berbagai persoalan yang diangkat, mulai dari isu infrastruktur, pelayanan publik, transparansi kebijakan, Sampah, Pendidikan, Ekonomi, Pemberdayaan perempuan, PJU, Kesejahteraan Guru P3K, Retribusi dan Reposisi Parkir, Serta Ruang terbuka Hijau. Namun, PC PMII Kota Sukabumi menilai bahwa jawaban yang disampaikan cenderung bersifat normatif dan belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

 

Ketua Cabang PC PMII Kota Sukabumi, Fahmi Fauzi, menyampaikan bahwa forum tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi konkret dan inovatif, bukan sekadar penyampaian jawaban administratif yang berulang.

Baca juga:  PK PMII STISIP Syamsul 'Ulum Gelar Pelatihan Kader Dasar ke III

 

“Forum ini kami apresiasi sebagai ruang dialog, namun kami menyayangkan karena sebagian besar jawaban dari SKPD masih berkutat pada hal-hal normatif, prosedural, dan belum menunjukkan adanya langkah progresif untuk menyelesaikan persoalan yang kami bawa. Seharusnya, ada keberanian untuk keluar dari pola lama dan menghadirkan inovasi kebijakan,” ujar Fahmi.

 

Ia menambahkan bahwa isu-isu yang dibawa oleh PC PMII Kota Sukabumi bukanlah persoalan baru, melainkan masalah yang telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen yang lebih serius dari pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Baca juga:  Strategi Jitu Polres Sukabumi untuk Pengamanan Pilkades Serentak 2023

 

“Permasalahan yang kami angkat itu bukan sekadar wacana, tetapi realitas yang dirasakan masyarakat setiap hari. Ketika jawaban yang diberikan hanya bersifat normatif tanpa disertai roadmap yang jelas, target capaian, serta indikator keberhasilan, maka sulit bagi kami untuk melihat adanya keseriusan dalam penyelesaian masalah tersebut,” lanjutnya.

 

Fahmi juga menyoroti kurangnya pendekatan inovatif dalam menjawab tantangan yang ada. Menurutnya, di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, SKPD dituntut untuk tidak hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tetapi juga mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Kami berharap SKPD tidak hanya terpaku pada regulasi sebagai alasan pembenaran, tetapi juga mampu menerjemahkan regulasi tersebut menjadi kebijakan yang solutif dan adaptif. Inovasi itu penting, karena tanpa inovasi, permasalahan akan terus berulang tanpa ada penyelesaian yang signifikan,” tegasnya.

Baca juga:  Konfercab XIV PC PMII Kota Sukabumi Tegaskan Konsolidasi Organisasi, Sahabat Sahal Mahfudz Hadiyawan Ajak Kader Rapatkan Kembali Barisan

 

Lebih lanjut, PC PMII Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu tersebut hingga mendapatkan perhatian dan solusi yang nyata dari pemerintah daerah. Mereka juga mendorong agar forum serupa tidak hanya menjadi ajang formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang evaluasi yang menghasilkan langkah konkret.

 

“Ke depan, kami akan terus mengawal dan memastikan bahwa setiap isu yang kami bawa tidak berhenti pada forum diskusi saja. Harus ada tindak lanjut yang jelas, terukur, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami tidak ingin forum ini hanya menjadi seremonial tanpa dampak nyata,” tutup Fahmi.

Pos terkait