LINGKARPENA.ID – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi Dedi Chardiman bahas soal revitalisasi atau pemindahan Terminal Lembursitu Kota Sukabumi. Hal itu masih dalam pembahasan dengan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.
Menurut Dedi, sudah dilakukan tiga kali pertemuan dengan Dishub Kota Sukabumi terkait revitalisasi Terminal Lembursitu. Revitalisasi masih dalam kajian kedua belah pihak antara Dishub Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Dedi menyebut, akan ada dampak yang terjadi pada beberapa trayek jika revitalisasi Terminal Lembursitu itu. Maka dari itu, hingga saat ini masih menjadi pembahasan pihak Dishub. Terutama angkutan wilayah Pajampangan yang bukan cuma satu jurusan.
“Wacana revitalisasi Terminal Lembursitu ini memang betul. Dishub Kabupaten Sukabumi, sudah beberapa kali dikoordinasi pemerintah kota Sukabumi melalui Dinas Perhubungan. Rencana ini masih dalam pengkajian,” ucap Dedi Chardiman, kepada lingkarpena.id Senin 6 Desember 2021.
Lanjut Dedi, pihaknya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan stakeholder di lapangan terkait wacana tersebut. Revitalisasi ini didorong guna untuk mengefektifkan adanya Terminal baru yang berlokasi di Jalur Lingkar Selatan.
“Jika dilihat dari keuntungan ini jelas berpihak kepada masyarakat pengguna transportasi. Karena apa, jika mereka mau ke kota sukabumi tujuannya sudah semakin dekat. Tapi, dishub masih mengkaji terkait trayek-trayek yang terlewati, tidak berdampak terhadap pemindahan jalur ini,” jelas Dedi.
Rencana revitalisasi dan pemindahan jalur berdampak tidak cuma pada trayek Terminal Lembursitu saja. Wacana itu, juga berdampak bagi trayek Sagaranten Terminal Jubleg Kota Sukabumi. Rencana pemindahan jalur tersebut menjadi semakin hangat dan jadi perbincangan.
“Itu keduanya masih di kaji. Secara umum itu berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pengguna transportasi pastinya ingin langsung ke kota tidak ke Jubleg dulu. Tapi itu kan, kebijakannya ada pada kedua belah wilayah administratif antara Dishub Kota dan Kabupaten Sukabumi. Dalam penentuannya nanti akan meminta saran Dishub Provinsi,” jelas Dedi.
Dedi menambahkan, berkaitan dengan persoalan itu pihaknya harus melakukan sinergis terlebih dahulu dengan masyarakat. Menurut Dedi, dengan warga harus bersinergi masyarakat harus terlayani tanpa meminimalisir adanya persoalan-persoalan yang ada di lapangan.
“Ya, kalaupun ada persoalan seperti itu pasti akan di pertimbangkan. Wacana itu belum final. Masih dipikirkan dampak dari wacana ini. Terutama masyarakat pengguna dan operator. Perlu ada kajian-kajian yang komprehensif masalah ini, sehingga tidak ada yang dirugikan. Hari ini masih dicarikan solusi,” imbuhnya.
Reporter: Aris Wanto
Redaktur: Akoy Khoerudin






