LINGKARPENA.ID | Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pihak RSUD R. Syamsudin SH. Oknum tidak bertanggung jawab dilaporkan mencatut nama direktur, dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan rumah sakit untuk meminta uang, transfer, pulsa, hingga data pribadi kepada masyarakat, Selasa (26/5/2026).
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi RSUD dan tidak pernah meminta bantuan pribadi melalui pesan singkat maupun telepon pribadi.
Humas Sub Koordinator Hukum RSUD R. Syamsudin SH, Rachmi Santika, S.Kep.Ners., M.Si., mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kepercayaan publik dengan menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kebenaran tetap menjadi prioritas kami. RSUD R. Syamsudin SH berkomitmen menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan rumah sakit, direktur, maupun tenaga kesehatan untuk meminta uang dan data pribadi,” ujarnya.
Rachmi menambahkan, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pesan maupun panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan pihak rumah sakit. Ia juga mengimbau warga untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan apa pun.
“Pastikan informasi hanya diperoleh melalui kanal resmi RSUD R. Syamsudin SH. Jangan mudah percaya dan tetap waspada terhadap segala bentuk penipuan. Bijak menerima informasi juga merupakan bagian dari menjaga kesehatan,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta untuk tidak memberikan data pribadi, kode OTP, maupun melakukan transfer uang kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
Adapun layanan resmi RSUD R. Syamsudin SH dapat diakses melalui nomor telepon 0266-225180, WhatsApp resmi 0811112300447 (chat only), serta situs resmi [RSUD R. Syamsudin SH](https://rsudsyamsudin.co.id?utm_source=chatgpt.com).
Pihak rumah sakit berharap masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks yang beredar di ruang digital.(adv)






