Sahur Run di Jampangkulon, Cara Kreatif Pemuda Isi Waktu Menjelang Sahur dengan Olahraga

LINGKARPENA.ID | Cara unik dilakukan sekelompok pemuda di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi untuk mengisi waktu menjelang sahur selama bulan Ramadan. Alih-alih melakukan aktivitas negatif seperti balap liar atau perang sarung, mereka justru menggelar lomba lari cepat yang dikenal dengan sebutan Sahur Run.

 

Kegiatan tersebut menjadi tren olahraga malam yang menggabungkan aktivitas lari dengan kebersamaan menunggu waktu sahur. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antar pemuda di wilayah tersebut.

 

Sahur Run biasanya digelar mulai pukul 01.00 WIB hingga menjelang dini hari. Lomba lari berjarak sekitar 100 hingga 150 meter itu dilaksanakan di Jalan Pasar Darurat, Kelurahan Jampangkulon. Para peserta umumnya merupakan remaja yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga:  Juna CDK Wilayah III Kabupaten dan Kota Sukabumi

 

Menariknya, dalam kegiatan ini tidak ada unsur taruhan uang. Para peserta mengikuti lomba semata-mata untuk berolahraga, bersenang-senang, serta mengisi waktu sambil menunggu sahur.

 

Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhklis, S.Pd, membenarkan adanya kegiatan Sahur Run tersebut. Menurutnya, aktivitas tersebut justru memberikan dampak positif bagi para remaja selama bulan Ramadan.

 

“Alhamdulillah perang sarung dan balap liar terputus sama kegiatan tersebut,” ujar AKP Muhklis kepada lingkarpena. id, Senin ( 9/3/2026 ).

Baca juga:  Pos Pelayanan Terminal Benda Cicurug Siap Manjakan Pemudik dengan Fasilitas Wifi

 

Ia menjelaskan, meskipun kegiatan tersebut memanfaatkan jalan umum, namun para peserta sudah menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan lainnya.

 

“Memang menggunakan jalan umum karena belum adanya fasilitas khusus yang bisa digunakan. Tapi mereka sudah menyesuaikan kondisi supaya tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

 

AKP Muhklis menambahkan, setiap sesi lomba berlangsung sangat singkat. Mulai dari persiapan hingga mencapai garis finish hanya memakan waktu kurang dari lima menit.

 

“Iya itu memang sudah atas penyesuaian mereka supaya tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Waktu yang digunakan kurang dari lima menit dari persiapan sampai finish. Jarak sprintnya hanya sekitar 150 meter,” tambahnya.

Baca juga:  Budi Azis Terpilih jadi Ketua GM FKPPI Rayon Cibereum Kota Sukabumi Secara Aklamasi, Ini Pesannya!

 

Sejauh ini kegiatan tersebut tidak mendapat keluhan dari warga sekitar. Bahkan sebaliknya, masyarakat justru memberikan respons positif karena aktivitas tersebut mampu mengalihkan para remaja dari kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

 

Dengan adanya Sahur Run, para pemuda di Jampangkulon tidak hanya menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan, tetapi juga menunjukkan bahwa kreativitas anak muda dapat menjadi solusi untuk menciptakan kegiatan yang sehat, positif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Pos terkait