Semarak Milangkala Ke-7 Paguyuban Padjajaran Anyar, Abah Firman: Ada dari Dayak, Padang dan Banyumas

LINGKARPENA.ID | Upaya pelestarian budaya lokal di Kabupaten Sukabumi kembali menggeliat. Dalam rangka milangkala ke-7, Paguyuban Padjajaran Anyar bakal menggelar Gelar Budaya bertempat di Lapang Cangehgar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.

 

Dimana dalam gelar budaya kali ini, Paguyuban Padjajaran Anyar mencanangkan konsep yang jauh lebih semarak dan inklusif dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Ketua Paguyuban Padjajaran Anyar, Abah Firman Hidayat, mengungkapkan, gelaran budaya tahun ini akan menjadi momentum besar dalam mempererat silaturahmi antar pelaku budaya, baik dari Sukabumi maupun luar daerah.

 

Tidak hanya menampilkan seni budaya khas Tatar Sunda, acara juga akan menghadirkan kesenian dari berbagai daerah di Nusantara.

Baca juga:  Ribuan Warga Ramaikan Senam "Gurilaps" di Lapang Cangehgar Palabuhanratu

 

“Gelaran budaya kali ini berbeda. Selain budaya lokal Sukabumi, kita akan tampilkan seni dari berbagai penjuru Jawa Barat dan luar provinsi, seperti Dayak dari Kalimantan, Banyumas, Betawi, Padang, dan lainnya. Ini bukan hanya pertunjukan budaya, tapi panggung besar persatuan budaya Indonesia,” ungkap Abah Firman.

 

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kata Abah Firman lagi, Gelar Budaya ini juga akan diramaikan oleh ratusan pelaku UMKM dari berbagai desa se-Kecamatan Palabuhanratu. Stand bazar akan disiapkan untuk menampung produk-produk unggulan masyarakat, mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, hingga busana bernuansa tradisional.

Baca juga:  Mesteri Gunung Kekenceng, Ombudsman Jabar: Datangi Pendopo Sukabumi, Cek Faktanya!

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengangkat potensi ekonomi kreatif berbasis budaya. Bazar UMKM menjadi wadah promosi dan pengembangan produk lokal agar bisa dikenal lebih luas,” tambahnya.

 

Abah Firman pun berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora), agar kegiatan ini bisa berjalan lebih meriah dan berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam penyelenggaraan kegiatan budaya skala besar seperti ini.

Baca juga:  Seren Taun Ke 655 Kasepuhan Adat Gelar Alam "Nyoreang Alam Katukang Nyawang Alam Nu Bakal Datang"

 

“Kami butuh dukungan, terutama dari sisi anggaran. Semakin banyak dukungan, semakin meriah acara ini, dan semakin besar dampaknya bagi pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat,” harapnya.

 

“Mudah mudahan Gelar Budaya Paguyuban Padjajaran Anyar tahun ini menjadi salah satu event budaya terbesar di Palabuhanratu. Warga bisa hadir, menyaksikan, dan ikut merayakan keberagaman budaya bangsa yang dibalut dalam semangat kearifan lokal ini,” tandasnya.**

Pos terkait