Setahun Tak Berfungsi, Lampu PJU di Jampangkulon Jadi Sorotan Warga

LINGKARPENA.ID | Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik pada ruas jalan Nasional Pajampangan sudah lama tidak berfungsi. Kondisi seperti itu terkesan terbiarkan. Meskipun kritik dan masukan sudah dilayangkan masyarakat, baik langsung maupun di media sosial, namun hingga kini tIdak ada perhatian pihak terkait.

 

Pantauan dilapangan ada beberapa titik terdapat lampu PJU tidak berfungsi. Di jalan nasional ruas Jampangkulon – Surade, tepatnya di depan RSUD Jampangkulon, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terdapat 22 unit lampu PJU tidak berfungsi.

Baca juga:  Avanza Milik PNS Vs Motor di Jampangkulon

 

Sinta (45) tahun seorang warga Jampangkulon mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhannya soal lampu PJU tersebut. Namun hingga kini tidak ada upaya perbaikan dari dinas terkait.

 

“Sudah beberapa kali saya posting di medsos tapi tak ada reaksi. Mudah mudahan sekarang dengan kepemimpinan Pak Dedi Mulyadi ada perhatiannya,” ujarnya.

Baca juga:  Warga Pajampangan Sambut Antusias Pemasangan 395 Lampu PJU di Ruas Surade–Ujunggenteng

 

Lanjut kata dia lagi, tidak berfungsinya lampu PJU di jalan nasional itu, khususnya di depan RSUD Jampangkulon, sangat riskan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Pasalnya di area tersebut banyak aktivitas warga.

 

“Ya kalau malam hari di sini banyak warga terutama keluarga pasien yang menyebrang jalan untuk ke warung. Miris lampu lampu ini lebih setahun tidak nyala,” tambah Sinta.

Baca juga:  Sinergi Pengamanan Lebaran, Polres Sukabumi Ikuti Rakor Nasional Operasi Ketupat 2026

 

Selain di Jampangkulon, lampu PJU yang tidak berfungsi terdapat pula di ruas Waluran – Mareleng, tepatnya di Jalan Cigodeg Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.

 

Dedi Aryanto (43) tahun warga Desa Mekarmukti mengungkapkan, dirinya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi itu namun tak ada tanggapan.

 

“Kami sudah mencoba menyampaikan berkali kali namun tak ada tanggapan. Mudah mudahan KDM mendengar keluhan ini,” pungkasnya.

Pos terkait