LINGKARPENA.ID | Akses jalan yang menghubungkan Desa Tenjojaya dan Desa Sekarwangi, tepatnya di Kampung Kebon Bolo RT 02 RW 10, Kecamatan Cibadak, kembali menuai keluhan warga. Kerusakan parah di jalur tersebut dinilai semakin membahayakan pengguna, terutama saat hujan mengguyur.
Pada Senin pagi (6/4/2026), sejumlah pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan ringan setelah melintasi jalan yang licin, berlubang, dan dipenuhi material batu keras. Kondisi itu diperparah oleh lapisan penutup jalan yang sebelumnya ditimbun warga, namun kembali terkikis air hujan.
Sebagai langkah darurat, warga setempat mengambil inisiatif memasang penanda berupa pohon yang ditanam di tengah jalan rusak. Aksi tersebut dilakukan untuk memberi peringatan kepada pengendara agar lebih berhati-hati.
“Sudah beberapa kali kejadian. Tadi pagi saja ada tiga orang terjatuh. Kami pasang tanda ini supaya pengguna jalan lebih waspada,” ujar seorang warga yang bekerja di sekitar lokasi.
Menurutnya, kerusakan di titik tersebut bukan hal baru. Setiap kali dilakukan penimbunan sederhana, materialnya selalu hilang terbawa air saat hujan deras.
“Perbaikan sementara tidak pernah bertahan lama. Kami berharap ada penanganan serius, bukan sekadar tambal sulam,” katanya.
Warga juga menyoroti belum meratanya pembangunan jalan di wilayah tersebut. Meski sebagian ruas di kawasan Bantar Muncang sempat diperbaiki, kondisi di jalur Tenjojaya menuju batas desa, termasuk akses ke jembatan penghubung, masih jauh dari layak.
Kekecewaan pun disampaikan masyarakat, khususnya dari wilayah Cibatu Hilir dan sekitarnya. Mereka menilai penanganan infrastruktur ini berjalan lambat, padahal jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung antarwilayah.
“Kami dengar rencananya akan diaspal tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Sementara kondisi jalan makin parah dan membahayakan,” ungkap warga lainnya.
Selain menghambat aktivitas ekonomi, kerusakan jalan ini juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna. Upaya swadaya yang dilakukan warga dinilai tidak cukup tanpa dukungan perbaikan permanen dari pemerintah.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret berupa pengaspalan menyeluruh dan sistem drainase yang baik agar kerusakan tidak terus berulang.
“Harapan kami sederhana, jalan ini diperbaiki dengan benar supaya aman dilalui. Jangan tunggu sampai ada korban lebih banyak,” tegasnya.
Dengan kondisi yang terus memburuk, warga kini menantikan tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan akses transportasi di wilayah tersebut.






